Siap untuk Pensiun Dini? Ikuti 7 Aturan Ini – Generasi millenial semakin mendekatkan diri mereka dengan kebebasan dalam bekerja, gaya hidup, dan rekreasi. Tidak bisa dipungkiri pensiun dini menjadi salah satu cita-cita terakhir dengan terwujudnya kebebasan finansial dan meninggalkan aturan bekerja 9/5 setiap hari yang biasanya dihadapi di kantor.

Baca Juga: Tips Mencapai Tujuan Keuangan Part I

Sebenarnya kebebasan finansial sudah diwacanakan sejak lama. Namun dengan terbukanya informasi dan teknologi, sekarang ini kebebasan finansial bukan lagi menjadi hambatan yang sulit. Kamu tidak lagi perlu menabung hasil kerja 40 tahun untuk bisa pensiun dini.

Ikuti 7 Aturan Berikut Agar Siap Pensiun Dini

Inspirasi - Jeff Bezos Menjadi Orang Terkaya di Dunia 2

Ada banyak instrumen keuangan dan beberapa aturan yang perlu kamu ikuti agar bisa mendapatkan dana yang cukup untuk bisa diinvestasikan. Dana ini dapat menjadi sumber keuangan saat kamu tidak perlu lagi bekerja di masa depan.

Nah, berikut adalah 7 aturan yang perlu kamu ikuti agar dapat segera pensiun dini. Apa saja aturan tersebut? Simak poin-poin di bawah ini!

1Alasan Ingin Pensiun Dini

Kenapa kamu ingin pensiun dini? Pertanyaan ini harus kamu jawab terlebih dahulu. Jika komitmen kamu kurang kuat maka kamu diharuskan untuk menyiapkan modal yang jauh lebih besar.

Baca Juga: Tips Mencapai Tujuan Keuangan Part II

Hal tersebut berkaitan pada aturan selanjutnya yang berbicara tentang penghematan anggaran. Jika ini tidak bisa kamu kuasai maka tidak perlu heran uang investasi kamu bisa habis dalam 5 tahun berikutnya.

2Hitung Pengeluaran Harian

Berapa besar pengeluaran harian kamu? Kamu perlu menghitung dengan rinci berapa pengeluaran yang sesuai dengan gaya hidup yang kamu inginkan.

Jika kamu tinggal di kota besar, pengeluaran per bulan bisa mencapai 5 juta sampai 8 juta termasuk segala cicilan rumah dan mobil. Belum lagi biaya liburan misalnya ke Malaysia dengan budget 7 juta dalam satu tahun.

Baca Juga: Cara Sederhana Menetapkan Tujuan Keuangan

Kemudian biaya pendidikan tingkat lanjut seperti S2 di Universitas Negeri maka kamu membutuhkan dana sekitar 40 juta sampai lulus. Dana 20 juta per tahun bisa kamu gunakan untuk banyak hal lain mulai tahun ketiga dan seterusnya.

Jika dijumlahkan keseluruhannya maka kamu perlu 87 juta selama setahun. Ini adalah pengeluaran yang perlu kamu pertimbangkan di masa depan.

3Hitung Modal yang Tersedia

Hitung modal yang perlu kamu persiapkan. Esensinya, untuk bisa pensiun dini dan memiliki kebebasan finansial maka kamu perlu menyiapkan modal.

Lalu, pengeluaran tahunan nantinya akan dibayarkan oleh modal ini. Jadi saat kamu perlu uang maka kamu tidak mengambilnya dari modal, namun berasal dari bunga investasi.

Lebih mudahnya, dengan contoh seperti berikut. Coba kamu buka kalkulator investasi Katakan saja kita akan mengisi nilai investasi awal sebesar 100 juta.

Kemudian dilanjutkan dengan mengisi investasi bulanan sebesar 3 juta dengan asumsi suku bunga 10% per tahun dalam kurun waktu 10 tahun. Dengan menggunakan kalkulator investasi tersebut maka kamu bisa mendapatkan nilai perkiraan investasi sebesar 890 juta.

Modal ini bisa kamu gunakan untuk membiayai pengeluaran tahunan kamu yang telah dijelaskan pada aturan 2. Nilai modal 890 juta ini dapat kamu investasikan kembali untuk memberikan pengembalian 10% per tahun atau sekitar 89 juta per tahun.

4Lakukan Penyisihan

Agar bisa mendapatkan modal 890 juta, kamu perlu menyisihkan investasi awal sebesar 100 juta yang ditambah dengan investasi bulanan sebesar 3 juta.

Katakan saja gaji kamu saat ini sebesar 8 juta dan tabungan di bank sebesar 50 juta maka kamu perlu menyisihkan dana darurat selama 6 bulan (normalnya) pengeluaran bulanan. Dengan demikian, dana darurat kamu adalah 5 juta x 6 bulan = 30 juta.

Baca Juga: Cara Mencapai Produktivitas yang Tinggi

Kemudian kamu bisa mengambil sisa 20 juta untuk diinvestasikan dan menyisakan 30 juta di bank. Berarti sisa modal investasi yang perlu disiapkan sebesar 80 juta dari total 100 juta.

Angka ini bisa kamu siapkan lewat berbagai cara seperti kamu bisa menabung dengan menyisihkan gaji bulanan atau dengan menjual aset.

5Bangun Kebiasaan Menabung

Untuk mulai menabung selain berharap pada gaji, kamu bisa mulai menerapkan aturan keuangan yang ketat. Mulai dari meminimalisir penggunaan kartu kredit, jalan-jalan, makan di luar, melunasi cicilan rumah, cicilan mobil, dan sebagainya.

Selain membatasi pengeluaran, kamu juga bisa menambah skill untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Misalnya dari bisnis marketing lewat internet, programming, menulis artikel, membuat aplikasi, sampai forex trading.

6Tentukan Instrumen yang Tepat

Pilih instrumen paling stabil dan relevan dalam kasus ini. Ada banyak instrumen investasi yang relevan mulai dari emas, saham, reksadana, deposito, sampai properti.

Kamu bisa membeli properti kemudian disewakan kembali untuk membayarkan kebutuhan harian saat kamu pensiun kelak.

Baca Juga: 3 Aturan Penting Tentang Uang yang Harus Kamu Tahu

Bila kamu tertarik pada reksadana maka kamu dapat memilih beberapa alternatif seperti reksadana di Bank Mandiri dalam unit Schroder Dana Prestasi Plus atau kamu juga bisa melihat-lihat dan memilih unit reksadana yang paling cocok denganmu. Terdapat beberapa jenis reksadana mulai dari pasar uang, campuran, saham, dan pendapatan tetap.

7Hitung Harta Kekayaanmu

Saat kamu melapor pajak maka kamu akan menemukan halaman tentang harta kekayaanmu yang akan sangat membantu kamu dalam membaca tahap dan posisi rencana pensiun dini milikmu.

Tulislah nilai aset dan investasi kemudian kurangi dengan hutang yang kamu miliki hingga cicilan dan tagihan kartu kredit. Kamu juga bisa menggunakan aplikasi Money Pro yang dapat membantu kamu dalam menghitung setiap pengeluaran dan pemasukan setiap akhir bulan.


Memang semua aturan tersebut adalah teori yang tampaknya cukup mudah untuk dilakukan. Namun faktanya, dalam mengeksekusi aturan ini tidaklah semudah yang dibayangkan.

Baca Juga: Agar Keuangan Sehat, Jangan Lakukan Hal Ini Pada Uang!

Namun, banyak orang di Benua Amerika dan Eropa yang sudah berhasil menerapkan aturan ini dimana mereka dikenal dengan istilah FIRE (Financial Independence Retire Early).

Semoga tulisan ini dapat memberimu sedikit pencerahan dalam berambisi untuk mencapai kebebasan finansial agar ke depannya waktumu lebih banyak dapat diluangkan bersama keluarga dan masyarakat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.