Seiring berkembangnya peradaban manusia, waktu bersama keluarga seakan begitu sangat berarti terutama ketika semua orang disibukkan dengan kegiatan masing-masing.

Tak heran, dibutuhkan tempat untuk “melarikan diri” sejenak dari rutinitas harian dan menghabiskan waktu bersama orang-orang tercinta khususnya bagi mereka yang tinggal di kota-kota besar.

Baca Juga: The Lodge Maribaya, Suguhan Wisata Alam Kekinian di Lembang, Jawa Barat

Namun, terkadang terdapat kendala ketika orang-orang yang tinggal di kota metropolitan seperti Jakarta merindukan alam untuk relaksasi namun yang tersedia hanya mal-mal saja.

Karena alasan tersebut banyak dari warga Jakarta khususnya dengan sengaja menghabiskan akhir pekan mereka ke wilayah Jawa Barat seperti Puncak, Lembang, dan Bandung yang terkenal dengan udara sejuk dan pemandangan alam nan asri.

Sejenak Menikmati Keindahan Alam di Dusun Bambu Family Leisure Park, Cisarua, Bandung

Nah, salah satu destinasi alam yang menjadi incaran para keluarga adalah Dusun Bambu Family Leisure Park terutama pada akhir pekan atau hari-hari libur.

Dusun Bambu Family Leisure Park yang berlokasi di Cisarua, Bandung Barat menyuguhkan pemandangan alam asri khas dataran tinggi dan atraksi yang menghibur, sangat cocok dikunjungi bersama keluarga.

Tidak hanya suguhan alam dan wisata yang menarik, Dusun Bambu Family Leisure Park juga memiliki resort bagi mereka yang ingin bermalam.

Tak heran, Dusun Bambu Family Leisure Park menjadi salah satu destinasi dengan sebutan one stop traveling karena fasilitas yang ditawarkan begitu lengkap.

Baca Juga: Menikmati Wisata Reliji Ala Budaya Bali di Pura Tirta Empul Tampaksiring, Gianyar, Bali

Pada kesempatan jalan-jalan kali ini aku bersama dengan adik dan sepupuku memutuskan untuk mampir ke Dusun Bambu Family Leisure Park sedangkan keluarga kami menghadiri arisan di daerah Cisarua juga.

Dibandingkan kami mati kebosanan menunggu acara orang tua seperti itu maka kami lebih memilih untuk mampir ke sini saja hehe 😀

Indahnya Paddy Field

Setibanya di Komplek Komando yang berada di jalan Kertawangi, kami melewati jalanan yang tidak terlalu mulus namun masih mudah dijangkau.

Agar bisa masuk, kamu perlu membayar biaya voucher per orang sebesar Rp 20.000 saat akhir pekan. Voucher tersebut dapat ditukarkan dengan satu bibit pohon jika persediaan masih ada atau dengan sebotol air mineral.

Sebelum kamu masuk ke area pembelian voucher, kamu akan disambut dengan rangkaian bambu-bambu tinggi menjulang yang telah disusun sedemikian rupa.

Saat masuk pun, matamu akan dimanjakan dengan pemandangan pematang sawah nan hijau yang disebut Paddy Field yang di atasnya telah disediakan jembatan serta tiang lampu yang terbuat dari bambu.

Baca Juga: Mengunjungi Sacred Monkey Forest Sanctuary di Ubud, Bali

Di sekelilingnya juga terdapat gubuk-gubuk dan kolam kecil khas pedesaan. Kamu bisa masuk melewati Paddy Field atau dengan menggunakan mobil keliling yang terparkir lengkap dengan riasan warna warni nan cantik yang menempel.

Melewati jalanan gantung area Resto Pohon Lutung Kasarung

Di Paddy Field ini kamu bisa belajar bagaimana cara menaman padi dengan benar dan juga akan diberikan atribut pertanian.

Bila kamu datang saat padi-padi tersebut siap panen maka kamu juga bisa membantu memanennya.

Bila kamu melewati Paddy Field maka kamu akan melalui jalan dimana sisi kiri dan kananmu tumbuh tanaman bambu rindang sehingga sangat cocok untuk berfoto di sini hehe.

Tak lama dari situ kamu akan melihat sangkar-sangkar burung buatan bernama Resto Pohon Lutung Kasarung yang instagramable banget dan kekinian.

Keindahan sangkar burung buatan

Resto ini lebih terlihat seperti sangkar burung raksasa yang menggantung di antara pohon-pohon. Sangkar tersebut terbuat dari rajutan kayu-kayu yang dilapisi dengan pelindung plastik agar tidak kehujanan, ditumbuhi aneka tanaman merambat, dan berbentuk seperti kapsul. Kamu akan merasakan seperti berada di dalam sangkar burung sungguhan.

Bagi kamu yang menginginkan suasana makan yang privat maka bisa memilih Resto Pohon Lutung Kasarung ini.

Kamu bisa memesan aneka makanan mulai dari tradisional hingga internasional. Selain itu, di setiap sangkar burung tersebut terdapat wastafel lengkap dengan sabun pencuci tangan.

Baca Juga: Menyambangi Tegallalang Rice Terrace, Bali

Di antara sangkar-sangkar burung ini juga terdapat toilet umum jadi tidak perlu berjalan jauh bagi kamu yang sudah kebelet buang air kecil. Sungguh kreatif ya 😀

Penampakan Pasar Khatulistiwa dari depan

Setelah puas berfoto di area resto kami melanjutkan perjalanan ke Pasar Khatulistiwa yang terlebih dahulu harus melalui labirin dan istana-istana kecil khas anak-anak.

Pasar Khatulistiwa ini terdiri dari dua lantai dan kamu bisa melihat keindahan anyaman-anyaman bambu tergantung di langit-langit yang begitu mencuri perhatian.

Tak heran diberi nama Dusun Bambu karena memang hampir semua hal-hal unik di sini terbuat dari bambu.

Baca Juga: “Bertengger” di Pohon Cinta Sembari Menikmati Alam Nusa Penida yang Mengagumkan

Di Pasar Khatulistiwa kamu bisa berbelanja hasil bumi parahyangan nan melimpah seperti sayuran dan buah-buahan segar.

Tidak hanya sayuran dan buah, kamu juga bisa membeli aneka makanan dan cemilan khas Sunda.

Beberapa menu yang kami pesan

Selain itu, bagi kamu yang ingin membawa oleh-oleh untuk kerabat atau keluarga maka kamu juga bisa membeli hasil kerajinan dari masyarakat Gunung Burangrang yang dipamerkan di sini.

Kami pun memutuskan untuk membeli makan siang di Pasar Khatulistiwa seperti siomay, soto, dan minuman wedang jahe serta wedang ronde.

Spot tempat duduk juga bisa kamu pilih sendiri, ada yang menghadap taman dan ada pula yang menghadap danau.

Baca Juga: Batu Caves, Salah Satu Wisata Wajib di Malaysia

Begitu pula dengan tempat duduk, ada yang lesehan ada juga di kursi. Untuk bisa melakukan transaksi di sini kamu harus menukar uangmu dengan voucher yang stand-nya telah tersedia di dekat pintu utama Pasar Khatulistiwa.

Menyusuri jalan setapak menuju danau

Setelah menikmati makan siang, kami melanjutkan perjalanan menuju spot Dusun Bambu Family Leisure Park yang tersohor yakni danau buatan yang dikelilingi oleh saung-saung.

Sebelum mencapai tempat tersebut kami terlebih dahulu harus melewati Taman Bunga Arimbi yang begitu cantik. Bunga arimbi tersebut juga tumbuh dengan suburnya dan seakan minta diabadikan.

Baca Juga: Sejenak Menenangkan Diri di Ciater Spa Resort Subang, Jawa Barat

Tak hanya Taman Bunga Arimbi, kami juga melewati aliran sungai-sungai kecil buatan yang bermuara di sebuah kolam lengkap dengan bebatuan sungai dan jembatannya.

Di taman-taman ini juga banyak disediakan kursi-kursi yang terbuat dari semen bagi para pengunjung yang ingin beristirahat.

Keindahan bunga arimbi dan Cafe Burangrang dari kejauhan

Menyusuri jalan setapak, terlihat dengan jelas sebuah cafe yang menghadap langsung ke arah danau. Cafe tersebut bernama Cafe Burangrang yang sangat cocok menjadi tempat untuk menyeruput kopi atau sekedar minum teh sambil ditemani cemilan-cemilan hangat.

Akhirnya tibalah kami di depan danau buatan yang menjadi spot andalan Dusun Bambu Family Leisure Park.

Danau ini seperti yang terlihat dikelilingi oleh saung-saung yang berfungsi sebagai tempat makan juga. Saung-saung tersebut bernama Saung Purbasari. Tidak hanya sebagai tempat makan kamu juga bisa bermalas-malasan di sini.

Keindahan danau di Dusun Bambu pada siang hari

Bila kamu lapar dan ingin menikmati makananmu sembari menikmati keindahan danau maka kamu bisa melakukannya di Saung Purbasari. Saung ini menawarkan makanan khas Sunda dan makanan tradisional Indonesia lainnya.

Baca Juga: Bentangan Yellow Bridge Nusa Lembongan yang Membelah Lautan Bali

Sehabis kenyang makan kamu bisa lanjut tidur siang karena tempat ini sangat nyaman, lengkap dengan tempat duduk yang empuk.

Saking banyaknya pilihan tempat makan, jadi bingung kan mau pilih yang mana karena semua menyuguhkan keunikan masing-masing 😀

Danau buatan dengan pemandangan yang menakjubkan

Bila kamu berencana untuk bermalam bersama keluarga maka kamu bisa menyewa sebuah resort atau berkemah.

Dusun Bambu Family Leisure Park tidak hanya menyuguhkan aneka wisata namun juga memiliki konsep 7E yakni edukasi, etnologi, ekonomi, etika, estetika, dan entertainment. Jadi kegiatan ini sangat cocok dilakukan bersama keluarga bukan?

Berfoto di salah satu resto sangkar burung

Selain itu bagi kamu yang membawa anak kecil, kamu bisa mengajak mereka untuk beraktivitas outdoor dengan bermain Balad Lodaya.

Dan bagi pecinta olahraga, kamu juga bisa melakukan olahraga lari atau bersepeda yang bisa disewa sambil ditemani udara sejuk dan pemandangan kebun teh yang indah yang berlokasi tidak jauh dari kaki Gunung Burangrang.

Banyak sekali kan aktivitas yang ditawarkan di sini, karena itu jangan sia-siakan kesempatan untuk bisa berkunjung ke tempat rekreasi nan komplit ini.


Kelebihan dan Kekurangan Dusun Bambu, Bandung

Logo Dusun Bambu dari luar

Kelebihan Dusun Bambu:

1. Menawarkan aktivitas yang lengkap dan menghibur
2. Tempat yang cocok untuk menghabiskan waktu bersama keluarga
3. Suasana asri, indah, dan tertata rapi
4. Memiliki resort bagi pengunjung yang ingin bermalam

Kekurangan Dusun Bambu:

1. Infrastruktur menuju ke Dusun Bambu masih harus diperbaiki


Peta Lokasi Dusun Bambu, Bandung


Nah, bagi kamu yang bingung menghabiskan akhir pekan kemana maka Dusun Bambu Family Leisure Park bisa menjadi pilihan. Kapan lagi bisa menikmati waktu senggang bersama keluarga hanya dengan one stop traveling, kan? 😀

REVIEW DARIKU
Keindahan
Suasana
Kebersihan
Harga
SHARE
Artikel Sebelumnya4 Informasi Penting Sebelum Berkunjung ke Nusa Ceningan
Artikel SelanjutnyaPetronas Twin Towers, Menara Kebanggaan Malaysia

Welcome to my blog. First and foremost, I am a Sagittarius girl that naturally loves traveling. For me and I think for everyone else, to travel is to live.