Panduan Lengkap Mengurus Visa Online: Praktis dan Mudah – Di zaman serba canggih teknologi ini, siapa yang tidak tertarik dengan pengajuan visa online?

Sekarang, telah banyak negara-negara yang memperbolehkan pemegang paspor Indonesia untuk mengajukan visa ke negaranya secara online dengan ke dirjen imigrasi online.

Baca Juga: Traveling ke Puluhan Negara Bebas Visa, Yuk Intip Negara Apa Saja!

Visa online jelas diminati banyak orang apalagi bagi mereka yang malas mengantri dan malas bangun pagi-pagi untuk mengambil nomor antrian dan melakukan proses pengurusan visa beberapa jam ke depannya.

Jenis Visa Online Tahun 2020

Visa Online

Pengajuan visa online dapat dilakukan dengan mengunjungi website dirjen imigrasi online negara tujuan. Hal mencolok yang membedakan visa online dengan visa biasa adalah prosesnya.

Baca Juga: Begini Cara Daftar Paspor Online (Mudah dan Tak Perlu Pakai Calo!)

Seperti namanya, proses pengajuan visa online sepenuhnya dilakukan secara online mulai dari mengajukan aplikasi visa, mengunduh dokumen persyaratan yang diminta, proses pembayaran, hingga segala hal yang diperlukan dalam melengkapi proses ini.

Sebelumnya, kamu perlu tahu juga nih jenis-jenis visa menurut kebutuhannya:

1Visa Turis

Seperti namanya, visa turis dipilih bagi mereka yang akan melakukan perjalanan untuk liburan atau jalan-jalan. Jenis visa ini yang paling sering diajukan oleh masyarakat. Dengan visa ini, kamu dapat mengunjungi negara tujuan dengan jangka waktu tertentu yang telah ditetapkan.

Semua orang jelas dapat melakukan pengajuan visa turis selama persyaratan yang dibutuhkan lengkap dan terpenuhi.

2Visa Bisnis

Jenis visa lainnya bernama visa bisnis. Visa ini digunakan untuk kebutuhan bisnis dari suatu perusahaan atau organisasi yang waktunya cenderung singkat atau bahkan mendadak seperti menghadiri pertemuan bisnis, seminar, pameran, dll.

3Visa Pelajar

Visa pelajar adalah jenis visa yang digunakan pemegang paspor Indonesia ketika melakukan studi lanjutan ke luar negeri.

Masa berlaku visa ini biasanya lebih panjang dari visa lainnya dan dapat diperpanjang untuk waktu tertentu.

4Visa Single Entry

Jenis visa ini hanya memperbolehkan kamu masuk satu kali ke negara tujuan. Kamu tidak diperkenankan keluar masuk negara tersebut bila memegang visa jenis ini meskipun masa kadaluarsa visa belum berakhir.

Pastikan ketika mengajukan visa jenis ini, kamu yakin melakukan satu kali kunjungan ke negara bersangkutan kalau tidak kamu harus mengajukan ulang.

5Visa Multiple Entry

Berbeda dari visa single entry, visa jenis ini memperbolehkan kamu untuk keluar masuk negara tujuan berkali-kali hingga masa berlaku visa habis.

Misalnya, bila kamu mengajukan visa multiple entry ke Australia dengan masa berlaku visa 1 bulan maka dengan kata lain selama 1 bulan kamu dapat keluar masuk Australia dengan bebas.

Visa multiple entry biasanya memiliki tarif yang lebih mahal dibandingkan dengan visa single entry.

6Visa Waiver

Visa waiver adalah program pembebasan visa yang diberlakukan sebuah negara ke pemegang paspor negara tertentu sesuai dengan kesepakatan diplomatik yang telah dijalin. Pengajuan visa waiver ini mudah dan juga gratis.

Visa waiver dapat digunakan untuk kepentingan liburan, bisnis, dan hal lainnya dalam jangka waktu tertentu. Kamu hanya perlu memastikan bahwa paspor kamu sudah dalam bentuk e-paspor atau biometrik paspor.

Baca Juga: Segera Ganti Paspor Lama Menjadi e-Paspor: Urusan Lebih Mudah dan Banyak Keuntungan!

Salah satu negara yang memberlakukan program visa waiver dengan pemegang paspor Indonesia adalah Jepang.


Persyaratan Pengajuan Visa Online Tahun 2020

Visa Online 1

Umumnya, persyaratan dalam mengajukan visa online sama dari satu negara ke negara lainnya.

Kamu hanya perlu masuk ke website dirjen imigrasi online negara tersebut.

Oleh karena itu, ada baiknya sebelum kamu melakukan pengajuan visa online kamu sudah harus mempersiapkan dan melengkapi dokumen ini agar proses pengajuan visa online dapat berjalan lancar.

Inilah beberapa persyaratan yang harus kamu lengkapi:

Visa Turis
  • Paspor yang masih berlaku (minimal 6 bulan sebelum masa berlaku berakhir)
  • e-KTP asli dan juga fotokopi
  • Kartu Keluarga asli dan juga fotokopi
  • Tiket PP penerbangan ke negara tujuan dan bukti pemesanan akomodasi
  • Formulir pengajuan visa yang telah diisi dan ditandatangani
  • Foto paspor
  • Bukti pembayaran visa online
  • Bukti rekening tabungan minimal 3 bulan terakhir
  • Surat keterangan kerja (surat sponsor dari perusahaan) atau keterangan kuliah
  • Bukti asuransi perjalanan
  • Rencana perjalanan (itinerary)
Visa Bisnis
  • Paspor yang masih berlaku (minimal 6 bulan sebelum masa berlaku berakhir)
  • e-KTP asli dan juga fotokopi
  • Kartu Keluarga asli dan juga fotokopi
  • Tiket PP penerbangan ke negara tujuan dan bukti pemesanan akomodasi
  • Formulir pengajuan visa yang telah diisi dan ditandatangani
  • Foto paspor
  • Surat undangan perusahaan
  • Bukti izin usaha dari perusahaan yang bersangkutan
  • Bukti rekening tabungan minimal 3 bulan terakhir
  • Surat keterangan kerja dari perusahaan
  • Akta Pernikahan (jika kamu menikah)
  • Bukti asuransi perjalanan
  • Rencana perjalanan (itinerary)

Umumnya, visa bisnis ini sudah akan diurus oleh perusahaan tempat kamu bekerja. Jika tidak, persyaratan yang kamu perlu lengkapi kurang lebih sama seperti pada poin-poin di atas.


Cara Mengajukan Visa Online Tahun 2020

Visa Online 2

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, proses pengajuan visa online sama dengan pengajuan visa biasa. Bedanya hanya pada proses dimana pengajuan visa online semua proses dilakukan secara online.

Langkah ini dilakukan pemerintah untuk memenuhi permintaan yang sangat meningkat dari warga Indonesia untuk melakukan liburan ke luar negeri.

Dengan proses yang lebih mudah dan gampang ini, kamu hanya perlu mempersiapkan segala dokumen dan persyaratan yang dibutuhkan untuk pengajuan visa tersebut.

Berikut adalah langkah-langkah yang perlu kamu lakukan untuk mengajukan visa online:

1. Memiliki Paspor

Paspor adalah benda utama yang wajib kamu miliki bila ingin mengajukan visa online, terlepas paspor yang kamu miliki adalah paspor biasa atau juga e-paspor (paspor elektronik/paspor yang memiliki chip).

2. Mengisi Formulir Pengajuan Visa

Langkah berikutnya yang perlu kamu lakukan adalah mengisi formulir pengajuan visa. Kamu hanya perlu mengunjungi website kedutaan dari negara tujuan dan pastikan kamu mengisi semua informasi yang dibutuhkan dengan lengkap, teliti, dan hati-hati.

3. Selesaikan Pembayaran

Setelah kamu mengisi data diri dengan lengkap dan benar di formulir pengajuan visa maka kamu dapat melanjutkan proses ke pembayaran.

Pembayaran visa dapat kamu lakukan dengan melakukan transfer ke bank yang telah ditunjuk oleh pihak kedutaan negara tujuan.

4. Atur Jadwal

Setelah kamu menyelesaikan semua langkah di atas maka langkah terakhir yang perlu dilakukan secara online adalah mengatur jadwal wawancara di kedutaan negara tujuan. Perlu kamu ingat, terdapat beberapa negara yang tidak memerlukan wawancara dan ada yang masih melakukannya.

5. Wawancara

Proses wawancara tetap harus dilakukan tatap muka dan kamu pun harus mengunjungi kantor kedutaan negara bersangkutan sesuai dengan jadwal yang sudah kamu atur.

Biasanya pertanyaan wawancara hanya terkait dengan alasan kamu berkunjung ke negara tersebut, dimana kamu akan menginap, dan kapan hingga berapa lama kamu akan mengunjungi negara tersebut. Jadi, rileks saja tidak perlu terlalu tegang.

Jangan lupa, ketika melakukan wawancara kamu perlu membawa serta semua persyaratan dan dokumen pendukung baik yang asli dan juga fotokopi meskipun dokumen dalam bentuk soft copy sudah kamu unduh secara online.


Biaya Pengajuan Visa Online Tahun 2020

Visa Online 3

Hal yang tidak kalah penting yang perlu kamu ketahui adalah biaya pengajuan visa online.

Setiap dirjen imigrasi online negara pasti memiliki biaya yang berbeda-beda dan umumnya pembayaran visa dilakukan dalam Rupiah meskipun ada juga yang mewajibkan pembayaran dalam bentuk USD.

Berikut adalah gambaran biaya pengajuan visa online dari berbagai negara:

  • Visa Korea Selatan (Visa Single Entry): Rp 900.000 berlaku hingga 90 hari
  • Visa Jepang (Visa Single Entry): Rp 150.000 untuk pemegang e-paspor dan Rp 600.000 bagi pemegang paspor biasa
  • Visa Eropa (Visa Schengen): Rp 1.500.000
  • Visa Amerika Serikat (Visa Single Entry): kurang lebih Rp 2.700.000
  • Visa Australia (Visa Multiple Entry): Rp 1.900.000 dengan masa berlaku 3 bulan, 6 bulan, atau 12 bulan.

Alasan Pengajuan Visa Online Ditolak

Visa Online 4

Setelah semua proses kamu lakukan maka hal terakhir adalah menunggu kabar apakah pengajuan visa diterima atau ditolak.

Perlu kamu pahami dan ketahui bahwa tidak jarang pengajuan visa ditolak oleh dirjen imigrasi online kedutaan negara bersangkutan.

Oleh karena itu, kamu perlu memperhatikan dan meneliti hal-hal berikut ini demi meminimalisir kemungkinan penolakan tersebut terjadi padamu.

1. Data Diri Salah

Banyak orang yang secara tidak sadar mengisi data diri pada formulir pengajuan visa dengan salah atau typo. Disarankan, teliti dan bacalah data yang kamu isi secara berulang-ulang sebelum kamu mengirimnya.

2. Dokumen Tidak Lengkap

Kelengkapan dokumen juga perlu diteliti sebelum kamu menuju ke kantor kedutaan untuk wawancara apalagi bila kamu tinggal jauh dari lokasi tersebut.

3. Alasan Berkunjung Tidak Meyakinkan

Hal ini mungkin sepele namun bisa saja ketika kamu wawancara, pada bagian ini kamu memberikan jawaban yang tidak terlalu meyakinkan.

Usahakan memberikan jawaban yang lebih detail dan terstruktur agar pihak kedutaan juga dapat memberikanmu lampu hijau.

4. Rekening Tabungan Tidak Cukup

Pastikan kamu melampirkan rekening tabungan minimal 3 bulan terakhir dan memiliki mutasi yang masuk akal.

5. Rencana Perjalanan Tidak Masuk Akal

Kamu perlu melampirkan rencana perjalanan yang memiliki alur baik dan masuk akal lengkap dengan hari, tanggal, transportasi, tempat tujuan, tempat kamu akan menginap nantinya, dan informasi pendukung lainnya.

6. Tidak Melampirkan Bukti Pemesanan Akomodasi

Selain rencana perjalanan, kamu juga perlu melampirkan bukti pemesanan akomodasi yang sudah dikonfirmasi.

Akomodasi tidak harus lunas dibayar, asalkan kamu punya bukti pesanan yang telah dikonfirmasi dan masih aktif maka hal ini akan aman.

Jika kamu akan tinggal di tempat teman atau keluarga maka kamu perlu meminta mereka untuk mengeluarkan surat sponsor yang berfungsi untuk “menjaminmu” selama berada di negara tersebut.

7. Tidak Memiliki Asuransi Perjalanan

Pastikan kamu memiliki asuransi perjalanan yang telah berhasil dan dikonfirmasi oleh perusahaan asuransi.

Kamu juga perlu memperhatikan jumlah biaya yang akan ditanggung pihak asuransi bila hal yang tidak diinginkan terjadi.

Hal ini disebabkan karena terdapat beberapa kedutaan yang menetapkan biaya minimum asuransi bila kejadian-kejadian tertentu terjadi.

8. Surat Keterangan yang Tidak Meyakinkan

Pastikan kamu melampirkan surat keterangan baik dari perusahaan tempat kamu bekerja maupun universitas yang memiliki kepala surat resmi untuk semakin meyakinkan pihak kedutaan negara tujuan.

9. Dokumen Palsu

Pastikan bahwa semua dokumen dan informasi yang ada di dalamnya adalah asli bukan dokumen palsu.


Saldo Minimun Rekening Tabungan untuk Pengajuan Visa Online

Visa Online 5

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya di atas, salah satu syarat yang mengakibatkan visa online kamu dapat ditolak adalah tidak mencukupinya saldo yang ada pada rekening tabungan minimal 3 bulan terakhir.

Nah, syarat saldo minimum pada rekening tabungan berbeda dari setiap dirjen imigrasi online kedutaan negara tujuan.

Berikut ini gambaran syarat saldo minimum yang dibutuhkan dari tiap dirjen imigrasi online kedutaan negara.

Australia

Bila kamu mengajukan visa Australia maka minum saldo yang tabungan yang harus kamu miliki untuk seminggu perjalanan adalah Rp 10.000.000.

Eropa (Schengen)

Visa Schengen berlaku untuk 26 negara di Benua Eropa. Kamu dapat keluar masuk ke 26 negara tersebut asalkan kamu lolos memiliki visa ini.

Jika kamu memulai perjalanan dari Belanda (mengurus visa schengen di kedutaan Belanda) maka minimum saldo yang ada di rekeningmu adalah minimal 30 Euro dalam satu hari dikalikan dengan berapa hari kamu akan menghabiskan waktumu di sana.

Misalnya, kamu berencana ke Belanda selama 10 hari maka minimal saldo yang ada di tabungan haruslah 30 Euro x 10 hari x nilai tukar rupiah terhadap Euro.

Katakan saja, 1 Euro = Rp 18.000 maka dengan kata lain selama 10 hari di Belanda kamu setidaknya memiliki saldo tabungan minimal 10 x 30 x Rp 18.000 = Rp 5.400.000.

Jepang

Visa waiver Jepang berlaku untuk pemegang paspor Indonesia dengan tipe e-paspor (paspor elektronik).

Bila kamu ingin berkunjung ke Jepang maka kamu setidaknya harus menyiapkan saldo yang lumayan.

Dikarenakan Jepang atau Tokyo merupakan salah satu kota dengan biaya hidup yang tinggi katakan saja Rp 1.000.000 per hari maka kamu harus menyiapkan minimal Rp 1.000.000 dikalikan dengan jumlah hari kamu akan menetap di sana.

Total jumlah tersebutlah setidaknya harus kamu miliki di dalam saldo rekeningmu sebelum kamu melakukan pengajuan visa online.


Ingat!

Kamu perlu ingat bahwa proses pengajuan visa online di dirjen imigrasi online ini berlaku bila kamu mengajukan secara pribadi tidak mengikuti program tour & travel.

Pengajuan visa online tidak berlaku untuk Rusia, kamu harus melakukan semua manual mulai dari antri nomor hingga mengurus dokumen langsung ke kantor kedutaan Rusia.

Baca Juga: Panduan Lengkap Mengurus Visa Rusia

Bila kamu mengikuti program tour & travel maka kamu bisa menyerahkan semua dokumen secara lengkap dan terima jadi saja. Mungkin bagianmu adalah tinggal wawancara ke kedutaan saja.

Jika kamu melakukan pengajuan visa dengan hati-hati dan teliti maka proses ini tidaklah sesulit yang dibayangkan.

Pengajuan visa online bahkan menghemat banyak waktu, tenaga, dan juga biaya karena kamu bisa melakukannya di mana saja asalkan kamu terhubung dengan internet.

Tidak ada lagi yang namanya bangun pagi-pagi buta dan mengambil antrian nomor! 😂


Itulah panduan lengkap mengurus visa online yang sangat informatif untukmu. Semoga panduan dan informasi ini bermanfaat ya!

Dan jangan lupa dukung blog ini dengan bantu share artikel ini dan jangan lupa like dan follow akun media sosialku (FacebookTwitterInstagram, dan Pinterest) ya. Selamat berlibur! 😃


FAQ:

1. Apa saja jenis visa online?

Jenis visa online adalah visa turis, visa bisnis, visa pelajar, visa single entry, visa multiple entry, dan visa waiver.

2. Apa persyaratan pengajuan visa online?

Inilah beberapa persyaratan yang harus kamu lengkapi:

Visa Turis
  • Paspor yang masih berlaku (minimal 6 bulan sebelum masa berlaku berakhir)
  • e-KTP asli dan juga fotokopi
  • Kartu Keluarga asli dan juga fotokopi
  • Tiket PP penerbangan ke negara tujuan dan bukti pemesanan akomodasi
  • Formulir pengajuan visa yang telah diisi dan ditandatangani
  • Foto paspor
  • Bukti pembayaran visa online
  • Bukti rekening tabungan minimal 3 bulan terakhir
  • Surat keterangan kerja (surat sponsor dari perusahaan) atau keterangan kuliah
  • Bukti asuransi perjalanan
  • Rencana perjalanan (itinerary)
Visa Bisnis
  • Paspor yang masih berlaku (minimal 6 bulan sebelum masa berlaku berakhir)
  • e-KTP asli dan juga fotokopi
  • Kartu Keluarga asli dan juga fotokopi
  • Tiket PP penerbangan ke negara tujuan dan bukti pemesanan akomodasi
  • Formulir pengajuan visa yang telah diisi dan ditandatangani
  • Foto paspor
  • Surat undangan perusahaan
  • Bukti izin usaha dari perusahaan yang bersangkutan
  • Bukti rekening tabungan minimal 3 bulan terakhir
  • Surat keterangan kerja dari perusahaan
  • Akta Pernikahan (jika kamu menikah)
  • Bukti asuransi perjalanan
  • Rencana perjalanan (itinerary)
3. Bagaimana cara mengajukan visa online?
Inilah cara bagaimana mengajukan visa online:
  • Memiliki Paspor
  • Mengisi Formulir Pengajuan Visa
  • Selesaikan Pembayaran
  • Atur Jadwal
  • Wawancara langsung
4. Berapa biaya pengajuan visa online?

Berikut adalah gambaran biaya pengajuan visa online dari berbagai negara:

  • Korea Selatan (Visa Single Entry): Rp 900.000 berlaku hingga 90 hari
  • Jepang (Visa Single Entry): Rp 150.000 untuk pemegang e-paspor dan Rp 600.000 bagi pemegang paspor biasa
  • Eropa (Visa Schengen): Rp 1.500.000
  • Amerika Serikat (Visa Single Entry): kurang lebih Rp 2.700.000
  • Australia (Visa Multiple Entry): Rp 1.900.000 dengan masa berlaku 3 bulan, 6 bulan, atau 12 bulan.
5. Apa yang membuat pengajuan visa online ditolak?

Berikut adalah beberapa alasan yang membuat pengajuan visa online ditolak:

  • Data diri salah
  • Dokumen tidak lengkap
  • Alasan berkunjung tidak meyakinkan
  • Rekening tabungan tidak cukup
  • Rencana perjalanan tidak masuk akal
  • Tidak melampirkan bukti pemesanan akomodasi
  • Tidak memiliki asuransi perjalanan
  • Surat keterangan yang tidak meyakinkan
  • Dokumen palsu
6. Berapa saldo minimum rekening tabungan agar dapat melakukan pengajuan visa online? 

Berikut ini gambaran syarat saldo minimum yang dibutuhkan dari tiap imigrasi online kedutaan negara.

  • Australia: jumlah saldo yang tabungan yang harus kamu miliki untuk seminggu perjalanan adalah Rp 10.000.000.
  • Eropa (Schengen): misalnya, kamu berencana ke Belanda selama 10 hari maka minimal saldo yang ada di tabungan haruslah 30 Euro x 10 hari x nilai tukar rupiah terhadap Euro.
  • Jepang: kamu harus menyiapkan minimal Rp 1.000.000 dikalikan dengan jumlah hari kamu akan menetap di sana.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.