5 Kebiasaan Ampuh Mencapai Kebebasan Finansial – Demi mencapai kebebasan finansial, satu-satunya poin penting yang dibutuhkan hanyalah membangun kebiasaan ampuh.

Baca Juga: 7 Cara Menjalani Hidup Teratur

Berinvestasi adalah kebiasaan ampuh yang perlu diasah dan dibangun sejak dini.

Tapi tunggu dulu, berinvestasi harus dimulai dengan berinvestasi pada diri sendiri dengan memperbaiki kebiasaan buruk dan mulai membangun kebiasaan ampuh yang mencakup kebiasaan ampuh mencapai kebebasan finansial.

5 Kebiasaan Ampuh Mencapai Kebebasan Finansial

Kebiasaan ampuh

Kamu bisa membangun kebiasaan ampuh untuk pengembangan diri sendiri terlebih dahulu, yang akan bermuara pada kebiasaan ampuh mencapai kebebasan finansial.

Baca Juga: 7 Rutinitas Bulanan Demi Hidup Lebih Baik

Berikut ini adalah 5 kebiasaan ampuh yang bisa dimulai untuk mencapai kebebasan finansial yang kita dambakan selama ini.

Apa saja kebiasaan ampuh tersebut? Yuk, baca artikel ini hingga tuntas.

1Luangkan Waktu Membuat Anggaran

Langkah pertama yang paling fundamental dalam mencapai kebebasan finansial adalah membuat anggaran.

Baca Juga: 7 Cara Hemat Hidup Dibawah Kemampuan

Anggaran, dalam bentuknya yang paling mendasar, adalah rencana pengeluaran berdasarkan penghasilan.

Dengan kata lain, anggaran merupakan strategi membelanjakan uang dengan bijak sesuai dengan kemampuan.

Setiap orang yang ingin memiliki kehidupan finansial yang sehat atau bahkan ingin mencapai kebebasan finansial harus memiliki anggaran.

Kebebasan finansial hanya bisa dicapai bila kita secara konsisten hidup sesuai anggaran yang telah dibuat dan lebih baik lagi dengan hidup dibawah kemampuan kita.

Baca Juga: 5 Kebiasaan Finansial Usia 20an Harus Dimulai

Anggaran berperan penting membuat hidup lebih terkontrol dan berada pada jalur yang semestinya.

Sebelum kita melanjutkan ke strategi berikutnya, kita perlu membicarakan pengeluaran.

Jika pengeluaran bulananmu sangat tinggi dan tidak memungkinkanmu untuk melakukan investasi maka kamu perlu melakukan evaluasi terhadap pengeluaran yang memang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan.

Baca Juga: 7 Hal Tak Pernah Dilakukan Orang Hemat

Mulai semuanya dari tahap evaluasi pengeluaran dan kebutuhan yang memang sangat mendasar yang tidak bisa kamu hindari setiap bulannya.

Bila kamu menemukan pengeluaran yang bisa dihapus atau ditunda maka langsung potong pengeluaran tersebut dari daftar anggaranmu, setidaknya untuk membantu kamu bertumbuh dalam pengendalian diri.

Dari situ kamu bisa memulai semuanya dari nol dan membangun anggaran yang solid.

Intinya, sebisa mungkin singkirkan pengeluaran yang tidak meningkatkan kualitas hidupmu dan membantumu menghemat uang!

2Investasikan Persentase Penghasilan untuk Tujuan Finansial

Ingat strategi no.1? Membuat anggaran dan sebisa mungkin membelanjakan lebih sedikit uang dari yang dihasilkan. Tahap penganggaran merupakan tahap yang paling krusial!

Baca Juga: 5 Kebiasaan Finansial Usia 30an

Lalu apa strategi selanjutnya? Mulai dari sekarang, ajari dirimu untuk membayar diri sendiri terlebih dahulu.

Cara praktis dalam membayar diri sendiri adalah dengan menyisihkan uang untuk kebutuhan dirimu di masa depan.

Hal pertama yang harus kamu lakukan saat mendapatkan gaji berikutnya adalah menyisihkan persentase yang kamu sepakati untuk membayar dirimu.

Uang ini bisa kamu gunakan untuk berinvestasi, dan kamu harus dapat bertahan hidup dengan sisa persentase lainnya.

Baca Juga: 9 Cara Membeli Kemakmuran Hidup

Misalnya setelah membangun anggaran yang solid kamu melihat bahwa kamu dapat hidup dengan 70% pendapatan dan menyisihkan 30% untuk membayar dirimu.

Tanyakan lagi dirimu, bisakah kamu hidup dengan hanya 70% dari penghasilan? Coba saja cara ini untuk satu bulan ke depan, lihat apakah kamu bisa atau tidak.

Ingat, semakin banyak kamu menabung untuk berinvestasi, semakin cepat kamu mencapai kebebasan finansial.

3Sisihkan 10% Penghasilan untuk Tabungan

Melanjutkan strategi kedua, dengan asumsi bahwa kamu memiliki 30% persentase penghasilanmu yang dapat digunakan untuk investasi maka 10% dari 30% persentase ini dapat kamu gunakan untuk tabungan.

Baca Juga: 8 Sinyal Kuat Kamu Hidup Melampaui Kemampuan

Tabungan ini dapat kamu gunakan untuk membangun dana darurat atau kebutuhan tak terduga ke depannya.

Tabungan ini juga dapat digunakan untuk mendanai hidupmu dalam beberapa bulan ke depan bila suatu kondisi buruk terjadi dalam pekerjaanmu.

Setiap bulan, sisihkan 10% dari penghasilanmu (dari pos 30% persentase “membayar dirimu”) ke rekening khusus tabungan.

Baca Juga: 10 Tips Menghemat Uang Tak Biasa Namun Berhasil

Pastikan rekening tabungan ini terpisah dari rekening untuk kebutuhan harian agar kamu tidak menyalahgunakannya.

Dan pastikan pula, bila kamu memiliki ATM-nya maka ATM rekening tabungan tersebut jangan dibawa kemana-kemana demi menghindari godaan yang tak terduga.

Bila kamu tidak memiliki cukup dana darurat, kemungkinan besar kamu harus dan akan berhutang untuk menutupi tagihan yang tidak terduga.

4Sisihkan 10% Penghasilan untuk Membayar Hutang

Apakah kamu sudah mulai menabung? Ya. Namun, apakah kamu memiliki hutang? Bila jawabannya “Ya” maka kamu perlu melunasi hutangmu secepat mungkin.

Kembali lagi, melanjutkan strategi no.3 dimana kamu memiliki sisa 20% dari pos “membayar diri sendiri” maka sebaiknya gunakan 10% untuk membayar hutangmu.

Baca Juga: Cara Berhenti Hidup Dari Gaji Ke Gaji

Bila perlu, tunda dulu rencana investasi yang ada untuk “membayar diri sendiri” demi melunasi hutang sesegera mungkin.

Karena jika kamu berhutang, kamu tidak akan pernah bebas secara finansial atau bila kamu mencapai kebebasan finansial pun maka prosesnya akan lebih lama karena kamu masih terikat dengan hutang-hutangmu.

Baca Juga: 7 Pelajaran Tentang Uang yang Tidak Diperoleh Sejak Kecil

Namun, bila kamu tidak memiliki hutang maka itu berita bagus.

Alokasikan persentase membayar hutang ini untuk menambah jumlah tabungan darurat atau menambah jumlah nilai dalam membangun investasi.

5Sisihkan 10% Penghasilan untuk Membangun Investasi

Setelah kamu membangun anggaran yang solid dan tekun hidup sesuai dengan anggaran yang ada maka langkah selanjutnya adalah membangun investasi.

Kembali lagi, angka persentase bisa disesuaikan dengan kondisi apakah kamu memiliki hutang atau tidak; dan juga disesuaikan dengan persentase hidup dibawah kemampuanmu.

Baca Juga: 5 Cara Kuno Menghemat Uang

Mengingat kita sudah membuat contoh dan berasumsi bahwa kamu dapat hidup dengan 70% dari penghasilan dan meluangkan 20% untuk kebutuhan tabungan darurat dan membayar hutang maka dalam konteks ini kita memiliki sisa 10% lagi yang dapat dikelola untuk mulai membangun investasi.

Ingat, angka dapat berubah sesuai dengan kondisi hidupmu dan kemampuanmu.

Lebih bagus lagi bila persentase untuk membangun investasi lebih besar dari 10% per bulannya.

Baca Juga: 7 Tips Meningkatkan Kesehatan Finansial dan Mental

Kebiasaan ampuh dalam membangun investasi sangat perlu dilakukan sejak dini dan sesering mungkin.

Namun, kamu tidak disarankan untuk membangun investasi bila kamu masih memiliki hutang ya. Lunasi dulu semuanya baru mulai berinvestasi!

Intinya, alokasikan dana investasi ini untuk membeli aset yang memang kamu pahami dan mengerti dengan baik.

Baca Juga: 11 Kebiasaan Keluarga yang Bebas Hutang

Kamu bisa mulai masuk ke reksadana, properti, saham, logam mulia, atau memutar kembali uangmu dalam sebuah bisnis. Semua tergantung pemahamanmu dan risiko yang berani kamu ambil.

Dalam berinvestasi, jangan pernah ikut-ikutan dengan orang lain karena kamu tidak ingin mengambil risiko untuk “membakar” uangmu pada hal yang tidak kamu ketahui dan pahami.

Lebih baik luangkan waktu untuk belajar dan mengumpulkan sebanyak mungkin informasi yang kamu butuhkan untuk masuk ke dalam intstrumen investasi yang kamu inginkan.

Baca Juga: 5 Cara Berhenti Berbelanja Impulsif

Ingatlah selalu bahwa ini adalah uangmu dan hasil jerih payahmu selama ini. Kamu yang memiliki andil dan kendali penuh kemana uang ini akan diinvestasikan, bukan orang lain.

Dengan mulai berinvestasi dengan benar maka uangmu pada akhirnya akan meningkat dan bertumbuh hingga pada titik dimana nilai investasimu dapat mendukung gaya hidupmu dan membantumu mencapai kebebasan finansial.

Kamu mungkin dapat hidup dengan mengandalkan nilai investasi dan pensiun dini dari pekerjaan yang ada sekarang ini.

Investasi dalam Pendidikan Finansial

Seperti yang telah dijelaskan secara singkat sebelumnya; kamu perlu terus belajar dan memperkaya pengetahuanmu tentang uang dan investasi yang tepat untuk dirimu sendiri.

Semakin baik kamu memahami uang, semakin mudah kamu mencapai kebebasan finansial.

Inilah sebabnya mengapa sangat penting untuk berinvestasi pada diri sendiri terlebih dahulu dan memiliki pendidikan keuangan yang memadai.

Baca Juga: 7 Kebiasaan Orang Bebas Hutang yang Perlu Ditiru

Apakah kamu sudah memahami bagaimana uang bekerja? Salah satu cara memperoleh pengetahuan mendasar tentang uang adalah dengan membaca buku terlaris dari Robert Kiyosaki yang berjudul “Rich Dad, Poor Dad” atau “Ayah Kaya, Ayah Miskin”.

Ini buku pertama yang akan aku rekomendasikan bagi mereka yang ingin belajar lebih baik tentang uang dan mulai membangun kebiasaan ampuh mencapai kebebasan finansial.


Nah, itulah kebiasaan ampuh mencapai kebebasan finansial yang bisa kamu mulai dari sekarang.

Baca Juga: 5 Hal yang Tidak Dilakukan Orang Berduit

Semoga informasi ini bermanfaat ya! 😀

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.