7 Kebiasaan Buruk Membuat Miskin – Pernah mendengar nama Dave Ramsey? Bagi yang familiar dengan tokoh ini, Dave Ramsey merupakan seorang konsultan keuangan, radio host, dan juga penulis.
Baca Juga: 4 Dasar Kecerdasan Finansial dari Rich Dad
Terlepas dari profesi sebagai konsultan keuangan, Dave Ramsey sering mengaku bangkrut, namun dia tidak pernah dimiskinkan.
“Terdapat perbedaan antara miskin dan bangkrut,” kata Ramsey. “Miskin adalah keadaan pikiran; bangkrut adalah tahap yang saya lalui.”
Ramsey melihat tiga alasan mendasar mengapa orang miskin, yakni:
- Pemerintahan yang korup, dan tidak ada ekonomi di mana mereka dapat berpartisipasi.
- Rakyat ditindas dan dieksploitasi.
- Orang membuat keputusan keuangan dan kehidupan yang buruk.
Sebagai masyarakat, kita memiliki sedikit pengaruh atas poin No. 1 dan 2, tetapi kita memiliki banyak kendali atas poin No. 3, keputusan yang kita buat sendiri untuk hidup kita.
7 Kebiasaan Buruk yang Membuat Miskin

Lalu apa saja sih sebenarnya kebiasaan buruk yang pada akhirnya membuat kita menjadi miskin atau melarat?
Yuk, simak 7 poin di bawah ini.
1Berhenti Melakukan Pembelian Impulsif
Ini hal yang sulit.
Kata impulsif terulang kembali sebagai salah satu faktor pertama dan cenderung utama yang membuat miskin.
Saat kamu terlalu lelah untuk memasak makanan di rumah, godaan untuk makan di luar pun muncul.
Baca Juga: 6 Pelajaran Berharga dari Rich Dad Poor Dad
Melihat ada barang murah di toko online yang sebenarnya enggak terlalu dibutuhkan namun dibeli juga.
Terkadang sesederhana membeli secangkir kopi tambahan untuk hari itu.
Tak satu pun dari ini mahal kita katakan dalam hati…
Namun, jika dibiarkan, pembelian impulsif akan membuat kamu kehabisan uang atau bahkan terlilit utang.
Baca Juga: 7 Pelajaran Penting dari The Richest Man in Babylon
Pembelian impulsif ini yang tanpa disadari menghabiskan uang yang sudah dianggarkan.
Ayo coba cari cara bagaimana untuk mengurangi sifat buruk yang membuat miskin ini dengan cara latihan disiplin dan pengendalian diri.
Tips: Jika kamu meninggalkan keranjang belanja online selama 24 jam sebelum dibeli, keesokan hari hapus semua daftar barang itu dari keranjang belanjaanmu supaya kamu tidak mengingatnya lagi.
2Perhatikan Pola Makanmu
Di zaman sekarang harga sembako kian mahal apalagi kamu yang menjalani hidup sehat dengan konsumsi bahan makanan yang serba organic.
Jadi makan lebih banyak dari yang kamu butuhkan sangat merugikan tidak hanya kesehatanmu namun juga kantongmu!
Baca Juga: 5 Aturan Penting Soal Permainan Uang yang Harus Kamu Tahu
Coba perhatikan berapa kali kamu makan dan nyemil dalam sehari? dan bandingkan semua itu dengan berapa banyak kalori yang kamu buang dengan aktivitas harianmu?
Bila kamu hanya kerja kantoran dan lebih banyak menghabiskan waktu duduk di depan layar, coba tanyakan dirimu apakah kamu perlu makan 3x sehari dan nyemil 3x sehari juga?
Bila makan 3x sehari tetap perlu maka pastikan makanan yang kamu makan memang sehat bukan junk food, karena junk food yang mengakibatkan kamu ingin makan lagi dan lagi.
Umumnya, kalori yang dibutuhkan orang yang kerja kantoran dengan orang yang menjadi tukang bangunan akan lebih kecil.
Baca Juga: Cara Terbaik Membuat Goal dalam Hidup
Jadi, daripada kamu nyemil lagi 3x sehari lebih baik anggaran nyemil digunakan untuk membeli bahan makanan yang lebih berkualitas dan sehat.
Dengan mengurangi frekuensi makan, kamu akan lebih menghemat uang dan menjadi lebih sehat dengan membatasi makanan sesuai kebutuhan tubuhmu.
Situasi yang saling menguntungkan, kan?
3Hutang Muncul Karena Lebih Besar Pasak Daripada Tiang
Istilah lebih besar pasak daripada tiang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari.
Banyak orang yang menjalani hidup dengan gaya seperti ini yang pada akhirnya membuat mereka terlilit oleh hutang.
Di ekonomi yang serba sulit saat ini memang bisa dimengerti; terkadang tidak cukup uang untuk hidup.
Baca Juga: Baru Mulai Investasi? Ini Tips Bagi Pemula
Jadi apa yang akan kamu lakukan? Menggunakan kartu kredit untuk membayar barang belanjaan yang enggak tahu gimana cara melunasinya ketika tagihan sudah keluar?
Banyak orang membeli rumah yang tidak mampu mereka beli hanya karena gengsi dengan omongan orang.
Atau membeli smartphone terbaru hanya karena ikut-ikutan tren dan enggak mau dibilang ketinggalan zaman.
Baca Juga: Ini Alasan Mengapa Kamu Tidak akan Pernah Kaya
Ada juga yang membeli mobil yang berada di luar anggaran tetapi mereka tetap membelinya juga.
Jika kamu tidak mengubah cara hidup seperti ini, kamu akan tetap bangkrut dan melarat.
Hiduplah sesuai dengan anggaran yang telah dibuat dan berkomitmen untuk itu.
4Mengeluarkan Uang dengan Buta
Hidup tanpa anggaran ibarat mengatur perjalanan ke luar negeri yang belum pernah dikunjungi dan berharap semuanya berjalan lancar.
Jika kamu tidak tahu berapa banyak pengeluaran setiap bulan atau berapa sisa uang kamu setiap bulannya, kamu dalam bahaya.
Coba mulai buat daftar semua pengeluaran dan tanggal jatuh temponya khususnya bagi kamu yang memiliki cicilan atau pengguna kartu kredit.
Baca Juga: 4 Tips Membuat Anggaran dengan Mudah dan Efektif
Catat kapan pengeluaran tersebut akan dibayar dan berapa banyak pendapatan yang akan kamu terima.
Kemudian, berusahalah untuk memastikan bahwa kamu memiliki cukup uang untuk membayar semua pengeluaran tersebut dengan tepat waktu.
Dan selalu pastikan kamu sudah menyisihkan uang untuk ditabung sebelum kamu membayar semua pengeluaran tersebut.
5Simpan yang Tersisa BUKAN Cara Terbaik
Jangan menunda untuk mulai menabung sampai akhir bulan!
“Simpan yang tersisa” bukanlah metode penghematan yang terbaik dan pantas diterapkan.
Coba mulai biasakan diri untuk menyisihkan berapa persen pendapatan tiap bulan kamu untuk ditabung sebelum akhirnya dibelanjakan untuk keperluan hidup sehari-hari.
Baca Juga: Begini 5 Cara Menyimpan Uang yang Lebih Praktis
Misalnya, buka satu rekening baru khusus tabungan untuk menampung persentase gaji yang sudah kamu sisihkan, katakan saja 15% dari gaji.
Kamu bisa mengatur proses transfer otomatis di tanggal tertentu di bank yang kamu pilih dan minta agar uang tersebut ditransfer ke rekening baru tersebut.
Dengan cara ini kamu dipaksa untuk hidup dengan uang yang tersisa dan dengan cara ini juga kamu akan belajar disiplin diri.
6Membuang-buang Waktu dan Tidak Mengasah Keterampilan
Sama seperti kita tampaknya selalu punya uang untuk menikmati makanan cepat saji atau kopi tapi tidak untuk menabung, kita juga tampaknya selalu punya waktu untuk bermain video game dan social media tapi ketika berkaitan dengan mengembangkan keterampilan baru kita tidak punya waktu sama sekali!
Baca Juga: Bagaimana Sebenarnya Cara Berpikir Orang Kaya?
Ketika HP sudah dipegang, tanpa terasa kita menghabiskan waktu berjam-jam tanpa melakukan hal yang berarti atau produktif.
Gimana kalau waktu tersebut dialihkan untuk belajar keterampilan baru atau melakukan hobi yang positif?
7Gagal Belajar dari Kesalahan
Sebagai manusia, kesalahan tampaknya tidak pernah luput dari hidup kita.
Itulah dinamika kehidupan dan tanpa berbuat salah terkadang mata kita tidak benar-benar terbuka untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama ke depannya.
Baca Juga: 6 Hal Penting yang Perlu Diingat Sebelum Memulai Investasi
Marilah mulai pertimbangkan setiap kesalahan sebagai kesempatan untuk mempelajari sesuatu yang baru.
“Jangan pernah berkecil hati jika kamu gagal,” kata Thomas Edison. Ambil pelajaran apa yang kamu bisa dari kesalahan tersebut. Teruslah mencoba.”
Itulah 7 kebiasaan buruk membuat miskin dan marilah kita mulai merenungkan ke-7 kebiasaan tersebut apakah masih ada yang sering kita lakukan atau kita sudah berhasil menaklukkan kebiasaan tersebut dan menjadi orang yang lebih bijaksana?
Baca Juga: 9 Tips Memperbaiki Kebiasaan Buruk Belanja
Semoga informasi ini bermanfaat ya! 😀



