4 Dasar Kecerdasan Finansial dari Rich Dad – Demi memperdalam penjelasan tentang pengertian kecerdasan finansial atau financial literacy maka aku membuat artikel terpisah untuk teman-teman yang ingin belajar lebih lagi.

Kecerdasan finansial adalah kemampuan untuk bisa memahami, membedakan, dan menarik kesimpulan dari komponen keuangan yang ada.

Uang - Dasar Kecerdasan Finansial - 1

Terdapat komponen dasar dari kecerdasan finansial yang perlu kamu ketahui sebelum kamu melaju lebih jauh ke arah investasi dan lain sebagainya.

Karena pemahaman ini penting demi mencapai kebebasan finansial yang diinginkan oleh setiap orang dalam hidupnya.


Apa saja 4 dasar kecerdasan finansial dari Rich Dad? Simak terus artikel ini ya!

Bagi kamu yang ingin mencapai kebebasan finansial namun belum pernah membaca buku Rich Dad Poor Dad karangan Robert Kiyosaki maka kamu harus segera “bertobat.”

Buku tersebut mengajarkan kamu pembelajaran berharga tentang uang dan menjadi pedoman yang baik bila kamu ingin mencapai kebebasan finansial.

Kamu bisa membaca pembelajaran tersebut dari artikel yang sudah aku buat di bawah ini. Silahkan direnungkan dengan baik!

Baca Juga: 6 Pelajaran Berharga dari Rich Dad Poor Dad

Bila ingin memperoleh cerita lengkap maka sebaiknya baca saja bukunya hingga tuntas. Kembali ke kecerdasan finansial, terdapat empat dasar yang harus kamu pahami.

1Paham Perbedaan Antara Aset dan Kewajiban

Aku yakin ketika ditanyakan apa itu aset maka banyak orang akan menjawab dengan salah. Tapi tidak apa, itu juga dulu terjadi padaku kok maka dari itu kita perlu terus belajar agar kita paham.

Baca Juga: Langkah Penting yang Harus Dilakukan Untuk Menjadi Seorang Miliuner

Bila kamu menjawab aset adalah rumah, mobil, emas, dan harta lainnya yang kamu miliki maka benar jawabanmu memang salah. Lah, kok bisa? Jadi, apa dong perbedaan antara aset dan kewajiban?

Selama ini istilah aset salah kaprah begitu juga dengan kewajiban. Bahkan orang akuntasi pun banyak yang masih salah kok memahami apa itu aset padahal mereka bertugas untuk membuat laporan keuangan dan neraca keuangan, loh.

Aset adalah segala sesuatu yang menghasilkan uang ke kantongmu sedangkan kewajiban adalah segala sesuatu yang mengeluarkan uang dari kantongmu.

Baca Juga: 5 Aturan Penting Soal Permainan Uang yang Harus Kamu Tahu

Ciptakan pendapatan pasif atau atau sumber-sumber pendapatan lainnya untuk menghasilkan arus kas yang lebih besar dari kebutuhan bulananmu sehingga kamu dapat mencapai titik bebas secara finansial dan keluar dari zona rate race. Sampai sini sudah paham?

Uang - Dasar Kecerdasan Finansial - 3

Jadi, rumah yang kamu tinggali saat ini merupakan sebuah kewajiban karena kamu tiap bulan harus membayar cicilannya dan kegiatan itu adalah mengeluarkan uang dari kantongmu.

Baca Juga: 3 Aturan Penting Tentang Uang yang Harus Kamu Tahu

Oke, katakanlah kamu membeli rumah secara kas, namun tetap saja setiap tahun kamu harus membayar pajak bangunan kan?

Rumah bisa menjadi aset jika kamu menyewakannya kepada orang lain, katakan saja kamu punya properti lain yang tidak kamu tinggali.

Dengan kata lain kamu memperoleh uang masuk ke kantong pribadi dari si penyewa yang membuat pendapatanmu bertambah diluar pendapatan dari profesi yang kamu punya.

Dari pendapatan tambahan itu kamu bisa membayar pengeluaran lainnya seperti pajak rumah tersebut, cicilan rumah, atau bahkan biaya perbaikan rumah.

Baca Juga: Bagaimana Sebenarnya Cara Berpikir Orang Kaya?

Orang kaya memiliki aset untuk menghasilkan uang sedangkan orang miskin/kelas menengah memiliki gaji yang habis untuk membayar pengeluaran akibat kewajiban yang dimiliki.

2Arus Kas vs Keuntungan Modal

Kebanyakan orang berinvestasi pada keuntungan modal, sedangkan orang kaya berinvestasi pada arus kas. Nah, apalagi nih.

Baca Juga: 4 Kebiasaan Orang Paling Sukses di Dunia yang Harus Diterapkan

Sebagai contoh, ketika kamu memiliki modal dan kamu membelikan sebuah rumah dengan harapan harga rumah itu akan naik kemudian menjualnya maka itulah yang dinamakan keuntungan modal.

Itu berarti kamu hanya mengambil selisih keuntungan dari modal yang kamu keluarkan dengan hasil penjualan yang kamu dapat.

Katakan saja harga rumah tersebut Rp 300.000.000 dan setahun kemudian harga rumah naik menjadi Rp 325.000.000 berarti keuntungan modal dari penjualan rumah adalah Rp 25.000.000. Menguntungkan sih, tapi what’s next?

Berbeda bila kamu berinvestasi pada arus kas. Dengan contoh kasus yang sama, orang kaya pada umumnya akan lebih memilih rumah itu disewakan saja demi memperoleh arus kas yang tetap dari hasil penyewaan rumah setiap bulannya.

Baca Juga: 4 Panduan Sederhana Membuat Anggaran yang Mudah dan Efektif

Arus kas itu bisa digunakan untuk keperluan lainnya dan tentu saja si penyewa yang akan bertanggung jawab pada kebutuhan rumah tersebut kan. Di sini terlihat bahwa si pemilik aset memiliki kontrol atas pendapatannya.

3Manfaatkan Hutang Agar Lebih Makmur

Terdengar aneh memang tapi faktanya memang seperti itu bila kita paham bagaimana mengelolanya.

Baca Juga: 7 Pelajaran Penting dari The Richest Man in Babylon

Ketika berbicara soal hutang kita harus paham dulu bahwa hutang juga terdiri dari dua jenis yakni hutang baik dan hutang buruk.

Hutang itu menjadi baik ketika kita menggunakannya untuk keperluan bisnis atau ingin menambah modal kita untuk mengembangkan bisnis yang sudah ada.

Di jaman sekarang ini sangat sulit bila kita tidak meminjam uang ke bank atau berhutang kepada orang lain apabila memang itu ada kaitannya dengan usaha.

Bila kamu penuh percaya diri dan bertanggung jawab dalam mengelolanya maka dapat dipastikan bahwa hutang-hutang tersebut dapat terlunasi dengan bisnis yang berjalan dengan lancar.

Baca Juga: Ini Alasan Mengapa Kamu Tidak akan Pernah Kaya

Itu yang banyak dilakukan oleh para pengusaha yang ingin memulai bisnis ataupun mengembangkan bisnis yang lebih baik.

Bisnis berkembang pesat, arus kas mengalir lancar, dan hutangpun lunas. Itu harapan semua orang kan?

Sebaliknya, hutang menjadi buruk apabila kita gunakan untuk keperluan konsumtif atau dengan kata lain memenuhi kebutuhan pada kolom kewajiban. Misalnya membeli barang-barang konsumtif yang tidak menghasilkan uang, makan-makan di restoran mewah dengan kartu kredit, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Agar Keuangan Sehat, Jangan Lakukan Hal Ini Pada Uang!

Sebenarnya lebih baik lagi bila tidak memiliki hutang sama sekali, hidup rasanya damai dan tentram. Tapi itu semua kembali lagi pada pilihan dan tujuan hidupmu mau kemana arahnya, apakah cukup puas dengan apa yang kamu miliki saat ini atau punya mimpi yang lebih besar lagi? Semua tergantung padamu!

4Membuat Keputusan Finansial Sendiri

Ketika kamu memiliki cukup uang namun kepercayaan diri dan pengetahuanmu tentang uang tidak cukup maka kemungkinan besar kamu menyuruh orang lain untuk membuat keputusan untukmu.

Baca Juga:  Cara Berinvestasi Sesuai Dengan Risk Tolerance

Kamu membiarkan orang kepercayaanmu melakukan semua keputusan untukmu terutama pada soal keuangan. Aku sarankan jangan pernah lakukan itu!

Siapa yang lebih perduli pada uangnya bila bukan dirinya sendiri? Ketika kamu lihat orang berlomba-lomba berinvestasi pada suatu bisnis yang sedang ngetren dan kamu juga mengikutinya walaupun kamu tidak paham sama sekali pada bisnis tersebut.

Dapat dipastikan cepat atau lambat kamu akan segera bangkrut karena kamu tidak paham apa yang sedang kamu lakukan dan hanya sekedar ikut-ikutan saja.

Ingat, orang kaya atau orang dengan cara berpikir kaya tidak pernah mengikuti keramaian. Justru mereka tidak suka dengan hal-hal mainstream alias mereka itu anti-mainstream. Lalu apa rahasianya?

Mereka berpikir untuk diri mereka dan membuat keputusan finansial mereka sendiri karena mereka memiliki kecerdasan finansial yang tinggi!

Baca Juga: Investasi Online Menguntungkan Mulai dari Rp 100.000

Kuncinya dalam membangun kekayaan adalah dengan memiliki pengetahuan baik akan keuangan dan bijaksana dalam membuat keputusan terbaik. Tentu saja agar memiliki kecerdasan finansial tinggi kita harus melatih diri kita pada pendidikan finansial setiap harinya.


Bagaimana menurutmu? Apakah kamu ingin meningkatkan kepercayaan diri dan pengetahuan akan kecerdasan finansial? Silahkan berikan komentar pada kolom di bawah ini ya!

2 KOMENTAR

  1. Trimakasih kak. Penjelasan mengenai pengetahuan finansial nya sangat mudah dipahami karena selalu diberikan contoh nyatanya. Trimakasih banyak 😊

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.