5 Cara Berhenti Berbelanja Impulsif – Dulunya, aku termasuk orang yang sangat impulsif. Sifat ini terkadang masih suka muncul tapi aku berusaha untuk menahan diri dan mengalihkan perhatian ke hal yang lain.
Baca Juga: 7 Kebiasaan Orang Bebas Hutang Yang Perlu Ditiru
Jika aku liat barang lucu atau unik, aku pasti akan membelinya tanpa berpikir panjang. Tidak hanya itu, jika ada barang menarik perhatian di jalur antrian kasir, aku juga pasti menambahkan barang tersebut ke keranjang belanjaan.
Apalagi, bila aku melihat barang lucu yang sedang diskon, yang ada aku bisa kalap.
Terkadang, bila sedang belanja di toko online, yang tadinya hanya ingin membeli satu tapi karena melihat ada barang lucu lain di toko yang sama aku juga pasti membelinya tanpa memikirkan mau dikemakan barang itu nantinya.
Baca Juga: 5 Hal Yang Tidak Dilakukan Orang Berduit
Kebiasaan buruk seperti ini membuat kondisi keuanganku buruk dan hampir tidak ada yang ditabung setiap bulannya.
Semuanya itu terjadi karena terlalu banyak jajan diluar anggaran dan melakukan pembelian impulsif yang sangat sembrono dan tidak bermanfaat.
5 Cara Berhenti Berbelanja Impulsif

Namun, hal tersebut bisa diubah dan dilatih bila kita memang memiliki niat dan memiliki komitmen untuk berhenti berbelanja impulsif.
Baca Juga: 8 Kebiasaan Sehat Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup
Lalu, apa saja cara atau langkah yang bisa dilakukan untuk mengubah kebiasaan buruk tersebut? Yuk, baca artikel ini hingga tuntas untuk menemukan jawabannya.
1Buat Anggaran dan Tetapkan Tujuan Keuangan
Membuat anggaran dengan tujuan keuangan yang jelas dan telah ditetapkan merupakan salah satu metode paling efisien untuk mengekang pembelian impulsif.
Ketika kamu membuat anggaran, kamu pasti telah menetapkan batasan pengeluaran yang kamu sanggupi.
Baca Juga: 6 Kebiasaan Tidak Belanja Berlebih
Kamu perlu melacak semua pengeluaranmu secara berkala seperti cicilan rumah atau sewa, listrik, air, pulsa, makanan, bensin, langganan kabel atau streaming dan pengeluaran lainnya yang rutin kamu keluarkan setiap bulannya.
Idealnya, catat pengeluaran kamu setiap minggu untuk memonitor sudah berapa anggaran yang terpakai.
Cara ini sangat ampuh dan aku terapkan setiap minggu sehingga aku tahu apakah pengeluaranku masih masuk ke dalam anggaran atau tidak.
Baca Juga: Hentikan 6 Hal Ini untuk Menghemat Uang Dengan Cepat
Sebenarnya, tujuan utama dari semua ini adalah untuk mengeluarkan lebih sedikit uang dari yang telah dianggarkan sehigga uang berlebih itu bisa kamu gunakan untuk hal yang lain seperti menambah jumlah dana daruratmu atau melunasi hutang yang ada lebih cepat.
Jika kamu membuat anggaran dan tetap konsisten dengan itu maka tidak hanya kamu tahu ke mana uangmu pergi, kamu juga akan terhindar dari kebiasaan membeli barang secara impulsif.
2Berbelanja dengan Tujuan
Umumnya, ketika kita menyadari bahwa pergi ke mall tanpa tujuan yang jelas biasanya membuat kita berada dalam masalah.
Baca Juga: 9 Tips Penting Dave Ramsey Soal Uang
Karena kemungkinan besar kita hanya akan mengeluarkan uang untuk hal-hal yang tidak terlalu penting dan mudah tergoda untuk berbelanja apalagi ketika barang-barang sedang diskon.
Bila kamu mudah tergoda dengan kondisi itu maka pastikan kamu hanya pergi ke mall atau ke toko ketika kamu membutuhkan sesuatu untuk dibeli.
Baca Juga: 7 Kebiasaan Buruk Membuat Miskin
Pastikan ketika pergi berbelanja pun, kamu telah membuat daftar pembelanjaan dari rumah dan mengikutinya.
Kecuali kamu memang memiliki alasan khusus seperti membutuhkan baju atau sepatu yang memang sudah perlu diganti.
Kebiasaan berbelanja secara impulsif akan berangsur-angsur menghilang bila kamu telah melatih diri untuk berbelanja dengan tujuan yang jelas. Tahu apa yang mau dibeli dan memiliki anggaran yang cukup untuk itu.
Baca Juga: 9 Tips Memperbaiki Kebiasaan Buruk Belanja
Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa banyak konsumen yang terkena sindrom FOMO (Fear of Missing Out) atau dengan kata lain “takut ketinggalan” dengan tren yang sedang booming.
Tidak hanya berlaku dengan tren, ketika kamu berada di supermarket pun kamu bisa menemukan banyak tawaran produk yang sedang diskon dengan masa promo yang terbatas yang secara tidak langsung membujuk kamu untuk membeli sekarang sebelum promo tersebut berakhir.
Meskipun kamu tidak terlalu membutuhkan produk tersebut namun karena sedang promo kamu pun terlena untuk membelinya.
Oleh karena itu, tetaplah konsisten dan komitmen dengan poin ini yang mengajak kamu untuk tetap berbelanja dengan tujuan yang jelas dan sesuai anggaran.
3Jauhi Media Sosial
Kita sering tidak menyadari bagaimana bisnis dan toko menggunakan media sosial untuk membujuk kita membelanjakan uang. Mungkin sulit membedakan antara pesan media sosial yang sah dan iklan yang mendorong kita untuk membeli.
Baca Juga: Mengenal Peer to Peer Lending (P2P Lending) yang Kian Populer
Semua influencer Instagram teratas yang mungkin kamu ikuti (99% dari mereka) dibayar untuk mempromosikan produk tertentu.
Merek-merek ini memahami bahwa ketika influencer mempromosikan sesuatu, pengikut mereka mungkin akan membelinya.
Bahkan postingan, cerita, dan reels influencer di Instagram pun dikelola dengan hati-hati untuk membuat kamu memperhatikan segala sesuatu mulai dari apa yang mereka kenakan hingga bagaimana mereka melengkapi rumah mereka hingga makanan yang mereka makan.
Baca Juga: Memahami Lebih Dalam Tentang Pinjaman Online
Bukan rahasia lagi bahwa mereka menghasilkan uang setiap kali kamu melihat reels mereka, dan mereka menghasilkan lebih banyak uang ketika kamu mengklik tautan dan membeli barang yang mereka rekomendasikan. Jangan biarkan kondisi ini membuat kamu terjebak ke dalam pembelian impulsif!
Kamu bisa perlahan mengurangi intensitas penggunaan media sosial kamu agar tidak terpengaruhi dengan tawaran yang ada dan menghindari pembelian impulsif.
4Tunda Pembelian Bila Barang Tidak Masuk Anggaran
Sindrom FOMO sangat kuat dan banyak orang terlena karenanya. Di masa lalu, FOMO membuatku melakukan keputusan keuangan yang buruk.
Baca Juga: Siap untuk Pensiun Dini? Ikuti 7 Aturan Ini
Aku ingat menggunakan kartu kredit hanya untuk melakukan pembelian impulsif yang besar karena temanku menghabiskan uang untuk membeli barang yang sama.
Seringnya, kondisi FOMO ini terjadi pada mereka yang tidak punya cukup uang di akhir bulan untuk melunasi kartu kredit secara penuh yang pada akhirnya membuat mereka harus membayar bunga karena ketidakmampuan untuk melunasi hutang yang dibuat akibat FOMO terhadap barang yang sebenarnya tidak terlalu berfaedah!
Baca Juga: 5 Cara Agar Kamu Bisa Jalan-jalan Ke Luar Negeri di Akhir Tahun
Kejadian melakukan pembelanjaan impulsif yang besar karena FOMO mengajariku banyak hal termasuk menghargai nilai ketekunan, kesabaran, dan menunda kenikmatan.
Aku mulai belajar untuk mengatakan, “tidak sekarang,” “nanti dulu”, atau “belum terlalu butuh” dan menunggu sampai uang tersedia sesuai anggaran yang ada bila memang barang tersebut benar-benar aku butuhkan.
Cara berpikir dan disiplin baru ini membantuku bebas dari hutang dan juga meninggalkan kebiasaan belanja yang impulsif.
Ingatlah bahwa langkah pertama adalah membuat anggaran dan menetapkan target penghematan sebesar-besarnya.
5Gunakan Uang Tunai Sesering Mungkin
Penggunaan kartu kredit tidak pernah buruk bila kita menggunakannya dengan bertanggung jawab, membayar tagihan secara penuh sebelum tanggal jatuh tempo, dan menggunakannya untuk mempermudah proses transaksi.
Baca Juga: Tips Mencapai Tujuan Keuangan Part I
Masalahnya muncul ketika kamu menggunakan kartu kredit untuk berbelanja padahal kamu tidak punya uang untuk pembelanjaan tersebut!
Dengan kata lain, kamu sebenarnya tidak sanggup membeli barang tersebut ketika tagihan kartu kredit keluar dan membuat kamu terkena masalah baru karena kamu harus membayar lebih akibat bunga keterlambatan pembayaran yang dibebankan ke kamu akibat gagal bayar.
Baca Juga: Tips Mencapai Tujuan Keuangan Part II
Ujung-ujungnya, sudah jatuh kamu tertimpa tangga pula!
Hal ini hanya bisa terjadi karena kurangnya pengendalian diri dan kesabaran yang diakibatkan oleh sifat impulsif.
Cara terbaik untuk menghindari mimpi buruk ini adalah dengan menjauhi penggunaan kartu kredit bila kamu masih suka tergoda dan gunakanlah hanya uang tunai ketika kamu melakukan pembelanjaan dimanapun.
Cara ini akan menolong dan membuat perbedaan yang signifikan pada kondisi keuanganmu!
Baca Juga: Pilihan Investasi Yang Bisa Buat Kamu Kaya Di Usia 35 Tahun
Lebih baik sebelum berbelanja, kamu pergi ke ATM dan mengeluarkan nominal uang yang telah dianggarkan, dan mengatakan pada dirimu sendiri bahwa semua yang dibeli harus dibayar dengan uang itu.
Mau tidak mau kamu akan menggunakan uang itu saja terlepas cukup atau tidak cukup sehingga kamu tidak akan memasukkan pembelian impulsif tambahan ke dalam keranjang belanjaanmu jika kamu takut tidak dapat membayarnya nanti di kasir.
Nah, itulah beberapa cara berhenti berbelanja impulsif bagi kamu yang masih berjuang dalam menaklukkan kebiasaan buruk ini.
Cara ini cukup mudah untuk diterapkan. Kamu hanya diminta berkomitmen dan disiplin menerapkannya.
Semoga informasi ini bermanfaat ya! 😀