Home Keuangan 7 Pelajaran Tentang Uang yang Tidak Diperoleh Sejak Kecil

7 Pelajaran Tentang Uang yang Tidak Diperoleh Sejak Kecil

38
Pelajaran tentang uang

7 Pelajaran Tentang Uang yang Tidak Diperoleh Sejak Kecil – Apakah orang tua kamu bisa mengelola uang dengan baik? Atau mereka sering terlilit hutang untuk hal yang bersifat konsumtif atau karena kecerobohan?

Baca Juga: Hindari Sakit: 4 Trik yang Harus Dicoba

Bila hal kedua lebih sering terjadi di keluargamu berarti orang tuamu kurang memahami pelajaran tentang uang.

Parahnya lagi bila kamu telah meniru kebiasaan buruk mereka dan mencontoh cara mereka bagaimana mengelola uang.

7 Pelajaran Tentang Uang yang Tidak Diperoleh Sejak Kecil

Pelajaran tentang uang

Ironisnya adalah banyak sekali dari kita yang memang tidak diperkenalkan tentang fungsi dan cara mengelola uang yang sebenarnya.

Baca Juga: 6 Kebiasaan Orang Bebas Stres

Alhasil ketika kita sudah memiliki uang sendiri, kita kerap terjebak dengan kepuasaan untuk menghabiskan uang yang telah kita peroleh karena pada akhirnya kita memiliki kebebasan untuk membeli apapun yang kita mau dengan uang sendiri.

Lalu, pelajaran tentang uang apa yang umumnya tidak kita peroleh sejak kecil? Berikut penjelasannya.

1Tagihan Tidaklah Buruk

Ya, kamu membacanya dengan benar. Tagihan tidaklah buruk. Siapa yang hidup di dunia ini yang tidak memiliki tagihan? Setiap orang yang hidup pasti mengeluarkan uang untuk membeli barang yang mereka butuhkan dan itulah namanya tagihan.

Ketika kamu menghasilkan uang sendiri pasti kamu mengeluarkan uang untuk makan, rumah, transportasi, dan keperluan lainnya.

Baca Juga: 5 Cara Kuno Menghemat Uang

Tagihan membuat kita belajar bertanggung jawab dan terorganisir akan hidup kita sendiri. Kita dituntut untuk melakukan usaha dan bekarja agar kebutuhan hidup kita terpenuhi.

Kita bukan lagi anak kecil yang bergantung kepada orang tua dan terima beres semua hal. Kita harus menghadapi kenyataan bahwa sekarang semua hal harus diperoleh dengan upaya dan kerja keras.

Dengan cara ini kita juga belajar untuk lebih menghargai orang tua kita atas pengorbanan dan perjuangan mereka yang membuat kita bisa dalam posisi sekarang ini.

Baca Juga: 7 Tips Meningkatkan Kesehatan Finansial dan Mental

Membayar tagihanmu sendiri juga sebuah syarat dan bukti bahwa kamu orang dewasa. Kamu memiliki wewenang dan hak untuk membelanjakan uangmu sebagai orang dewasa.

Jadi, daripada mengeluh tentang tagihan hidup, lebih baik hargai barang yang telah kamu beli dan hargai kerja kerasmu.

2Pengeluaran Hidup 80% Pendapatan

Menurut penelitian Career Builder, 78% pekerja di AS hidup dari gaji ke gaji, dan lebih dari satu dari setiap empat pekerja gagal menghemat dan menabung uang setiap bulan.

Jika kamu dikelilingi oleh orang-orang yang hidup dari gaji ke gaji, atau jika kamu dibesarkan dengan cara ini, kamu mungkin percaya bahwa ini adalah norma.

Baca Juga: 11 Kebiasaan Keluarga yang Bebas Hutang

Gaya hidup ini adalah kesalahan besar. Cara ini tidak hanya membuat kamu stres, tetapi juga mencegah kamu untuk mandiri secara finansial.

Sebaliknya, tetapkan pengeluaran hidup dengan 80% dari gaji yang kamu peroleh atau bila memungkinkan lebih kecil dari 80%.

Baca Juga: 5 Cara Berhenti Berbelanja Impulsif

Dalam kondisi ekonomi saat ini, mungkin kamu tidak bisa hidup dengan 80% dari penghasilan. Kalau begitu, hiduplah dengan 90% atau 95% dari penghasilanmu.

Berusahalah sebisa mungkin agar penghasilan bulananmu melebihi pengeluaran bulanan agar kamu dapat membangun kemandirian finansial.

3Miliki Uang Saku

Tunjangan atau uang saku tidak hanya untuk anak-anak dari orang tua kaya raya. Kamu juga sebagai orang dewasa dapat (dan bahkan harus) membuat uang saku untuk dirimu sendiri.

Ketika kamu menyisihkan sebagian dari anggaranmu untuk uang saku, maka kamu tahu bahwa kamu memiliki uang hiburan untuk dibelanjakan sesuai keinginanmu.

Baca Juga: 7 Kebiasaan Orang Bebas Hutang Yang Perlu Ditiru

Uang saku ini merupakan uang yang kamu miliki untuk dibelanjakan pada barang-barang non-anggaran seperti sepatu baru, aksesoris, hiburan bersama teman dengan menonton atau makan bersama, dan bahkan liburan.

Kemampuan untuk dapat membeli apa yang kamu inginkan adalah salah satu keuntungan menjadi orang dewasa.

Saat kamu memiliki uang saku bulanan, kamu tahu berapa banyak uang yang harus kamu keluarkan dan kamu juga akan lebih mencintai dirimu.

4Kartu Kredit Tidaklah Buruk

Kartu kredit tidaklah buruk, ini sangat benar. Kartu kredit diciptakan untuk memudahkan pembayaran agar kita tidak perlu membawa uang tunai banyak kemanapun kita pergi.

Apalagi di zaman sekarang, kebanyakan orang lebih suka melakukan pembayaran secara cashless – entah itu dari kartu kredit, aplikasi keuangan, atau M-banking. Intinya banyak orang tidak mau ribet membawa uang tunai, demi keamanan dan keselamatan mereka juga.

Baca Juga: 5 Hal Yang Tidak Dilakukan Orang Berduit

Cara menggunakan kartu kredit dengan benar adalah salah satu pelajaran uang paling penting yang harus dikuasai. Dan banyak anak tidak diajari tentang ini. Penggunaan yang salah inilah yang kerap membuat orang bangkrut dan juga terlilit hutang.

Bila kamu telah menguasai psikologi penggunaan kartu kredit maka kamu tidak memiliki hutang, tidak mendapatkan bunga, dan tidak mendapatkan denda keterlambatan saat kamu berhasil melunasi tagihan kartu kreditmu setiap bulan. Selanjutnya, skor kreditmu pun akan meningkat.

Baca Juga: 8 Kebiasaan Sehat Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup

Selain itu, bila kamu sering menggunakan kartu kredit kamu juga akan diberikan poin yang bisa kamu tukarkan kepada barang atau potongan pembelanjaan di supermarket ketika poin kamu telah mencukupi.

Dengan kata lain, jika kamu selalu melunasi tagihan kartu kreditmu setiap bulan, kamu dapat menghasilkan uang hanya dengan menggunakannya dalam jangka panjang.

5Beli Produk yang Membuat Hidup Lebih Efisien

Kamu mungkin diajari bahwa berbelanja membuat orang bahagia.

Namun, jika produk di dalam tas belanjaan tidak meningkatkan efesiensi kehidupanmu, barang-barang tersebut hanya akan membuat kekacauan. Kekacauan yang ada tidak sama dengan kebahagiaan!

Baca Juga: 6 Kebiasaan Tidak Belanja Berlebih

Alih-alih, membelanjakan uang untuk hal-hal yang akan membuat hidup lebih baik dan efisien yang ada rumah dipenuhi dengan tumpukan barang yang tidak begitu berguna!

Lebih baik, belilah produk yang memiliki kualitas bagus meskipun harga mahal namun berguna untuk kehidupanmu dalam jangka panjang.

6Buat Anggaran Solid

Kata anggaran pasti akan selalu muncul ketika membahas soal uang.Dengan adanya anggaran, kamu bisa mendapatkan kenikmatan maksimal dari setiap rupiah yang kamu belanjakan dengan sasaran yang tepat.

Misalnya saat membuat anggaran, pastikan kamu mempertahankan pengeluaran selalu dibawah jumlah pendapatan bulananmu.

Baca Juga: Hentikan 6 Hal Ini untuk Menghemat Uang Dengan Cepat

Jika melihat bahwa pengeluaranmu melebihi pendapatan maka kamu harus melakukan beberapa perubahan anggaran tersebut.

Dalam hal penganggaran, kamu harus praktis. Jika kamu tahu bahwa kamu senang pergi makan bersama teman, pastikan kamu menganggarkannya.

Cari kategori lain dari anggaran yang dapat dipotong untuk menciptakan ruang bagi hal-hal yang membuat kamu bahagia.

7Investasi Sejak Dini dan Lakukan Sering

Sejak kecil kita sering diajarkan untuk mendapatkan pendidikan terbaik, mencari karir yang bagus, membeli rumah, dan kendaraan. Pentingnya berinvestasi sedini mungkin demi kehidupan finansial yang lebih kerap kali diabaikan.

Baca Juga: 9 Tips Penting Dave Ramsey Soal Uang

Lagi pula, seiring berjalanannya kehidupan kita akan berada dalam kondisi darurat dan ketidakpastian. Kita perlu memiliki dana darurat untuk menghadapi semua kondisi itu.

Apapun yang terjadi dalam hidupmu, sangat penting untuk memiliki strategi investasi yang solid. Semakin awal kamu berinvestasi, semakin banyak waktu yang dimiliki uangmu untuk bertumbuh.

Memulai dari yang kecil dan konsisten lebih baik daripada menunggu sampai kamu memiliki lebih banyak uang. Hal yang paling penting adalah memulai.


Nah, itulah 7 pelajaran tentang uang yang sering kali tidak kita peroleh sejak kecil. Tidak ada kata terlambat untuk memulai dari awal atau bahkan belajar dari kesalahan yang ada.

Hal yang penting adalah kita mau mengakui kesalahan dan mulai menata kehidupan kembali. Semoga informasi ini bermanfaat ya! 😀

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.