Bagaimana Bitcoin Bekerja? – Jika kamu sudah menginvestasikan uangmu di Bitcoin tahun 2011 katakanlah Rp 1 juta maka kamu seharusnya sudah dapat menghasilkan Rp 20 miliar per Desember 2017 kemarin.

Kamu sudah bisa menjadi seorang miliarder hanya dengan beberapa juta rupiah saja, mungkin menjadi seorang triliuner jika kamu menginvestasikan dana hingga puluhan juta rupiah dalam rentang waktu yang cukup singkat yakni 5 tahun!

Baca Juga: Jangan Pernah Investasi di Bitcoin!

Lucunya, banyak orang di Amerika Serikat khusunya memperoleh keberuntungan luar biasa dari nilai Bitcoin yang meroket itu. Bitcoin merupakan topik yang sedang hangat-hangatnya di dunia belakangan ini karena peningkatan nilai yang begitu drastis hanya dalam kurun waktu yang cukup singkat.

Melihat kondisi yang menggiurkan seperti itu banyak orang jadinya bertanya-tanya, apakah sebaiknya ikut berinvestasi pada Bitcoin juga? Apakah sudah terlambat untuk masuk ke investasi Bitcoin? Apakah keuntungan yang didapat bisa sebesar keuntungan yang orang lain sudah dapatkan?

Sebelum pertanyaan itu terjawab, ada baiknya kita memahami apa itu Bitcoin dan bagaimana Bitcoin bekerja.

Cara Bitcoin Bekerja

Instrumen - Bagaimana Bitcoin Bekerja

Menilik kembali ke belakang pada sejarah peradaban manusia – emas, perak, dan aneka logam lainnya telah dijadikan sebagai “mata uang”, namun penggunaan emas menjadi yang paling populer diantara logam lainnya.

Emas dijadikan sebagai alat tukar hingga tahun 1971, mungkin karena alasan itu juga mengapa keberadaan Bitcoin muncul belakangan ini.

Coba ingat, kita sudah menggunakan uang kertas sebagai alat tukar selama beratus tahun namun sedikit berbeda dulu karena uang kertas di-backed up oleh emas – itu artinya, setiap penggunaan $1 uang kertas melambangkan sekian jumlah emas di bank.

Jadi, daripada harus membawa-bawa tas yang berisi emas dengan susah payah kemanapun pergi maka orang-orang dulu dapat dengan mudah membawa uang kertas dan mendapatkan emas tersebut di bank kapanpun mereka butuhkan.

Dengan kata lain, kamu tidak bisa dengan enaknya mencetak uang seperti apa yang sekarang pemerintah di setiap negara lakukan, kecuali kamu memiliki jaminan emas yang cukup di suatu bank.

Baca Juga: Pengertian Investasi, Konsumsi, dan Spekulasi

Dari kondisi itu maka masalah pun muncul. Sesaat setelah berakhirnya Perang Dunia ke-2, dolar Amerika Serikat menjadi mata uang internasional karena Amerika Serikat memiliki 70% jumlah emas dari total emas yang ada di dunia! Dengan demikian Amerika Serikat dapat mencetak uang lebih dibandingkan negara lainnya.

Sayangnya, Amerika Serikat mencetak uang lebih banyak dibandingkan jumlah emas yang mereka miliki sehingga ketika negara lain ingin menukarkan dolar mereka dengan emas – Amerika Serikat tidak dapat lagi memenuhi permintaan tersebut. Itulah yang terjadi di tahun 1971.

Sejak saat itulah, uang kita baik di negara manapun itu hanyalah uang kertas tanpa adanya nilai nyata yang melekat di dalamnya. Orang-orang yang memiliki kekuasaan dapat mencetak uang sebanyak yang mereka mau! Akibatnya, harga-harga menjadi melambung setiap tahunnya.

Tidak berhenti sampai di situ, ekonomi dunia hancur di tahun 2008. Sebenarnya di tahun tersebut Indonesia tidak begitu berdampak besar thanks to Ibu Sri Muliyani yang menjadi Menteri Keuangan di era Presiden SBY saat itu. Tidak seperti ekonomi negara-negara Eropa yang shut down untuk beberapa saat – Indonesia terkena krisis ekonomi terparah hanya di tahun 1998.

Bagaimana cara negara-negara yang terkena krisis menyelamatkan ekonomi negara mereka saat itu? Pemerintah dari berbagai negara mencetak uang semakin banyak.

Amerika Serikat khususnya mencetak uang baru dengan nilai $4 triliun dolar! Nah, itulah masalah mendasar dari uang kertas yang kita miliki saat ini – dapat dengan mudah dicetak oleh orang-orang yang memiliki kuasa.

Instrumen - Bagaimana Bitcoin Bekerja 1

Seorang pria bernama Satoshi Nakamoto muncul dengan ide mata uang baru terdesentralisasi yang dapat dikontrol oleh siapa saja selama tergabung di dalam sebuah jaringan khusus.

Mereka bukan bagian dari pemerintahan manapun dan mereka tidak dapat mencetak uang seenaknya. Mata uang ini memiliki jumlah terbatas sama seperti emas dan diberi nama Bitcoin.

Lalu bagaimana Bitcoin bekerja? Bitcoin bekerja dengan sebuah teknologi yang bernama blockchain, cukup rumit sebenarnya untuk dipahami namun begini penjelasan simpelnya.

Segala sesuatu yang ada di internet merupakan duplikat dari data asli, sampai di sini kita harus setuju dulu. Contohnya, tulisan ini adalah duplikat dari file asli yang aku tulis di laptop dan aku bisa menduplikat tulisan ini sebanyak yang aku mau.

Hal serupa juga terjadi di internet – artikel, gambar, lagu, dan lain sebagainya. Sehingga, tidak mungkin rasanya menciptakan mata uang digital karena setiap orang dapat dengan mudah menduplikatnya. Nah, disitulah gunanya teknologi blockchain!

Setiap orang yang berada di jaringan teknologi blockchain dapat dengan jelas melihat pergeseran Bitcoin dari satu orang ke orang lainnya. Faktanya, kamu bisa melihat dengan mudah rekaman pergeseran Bitcoin ketika kamu sudah bergabung di jaringan tersebut.

Baca Juga: Jangan Investasi di Sini Bila Tidak Ingin Bangkrut

Jika seseorang ingin mencoba melakukan korupsi di sistem ini, semua orang yang bergabung di jaringan itu akan segera mengetahuinya dan menghentikannya. Dengan kata lain, hampir tidak mungkin bisa melakukan kecurangan di sistem ini.

Semua transaksi baru dikumpulkan dalam suatu block dan setiap block baru dibuat setiap 10 menit sekali dan semua block ini terhubung dari satu block ke block lainnya, karena itulah teknologi ini diberi nama blockchain.

Namun, terlepas seberapa canggihnya teknologi ini, tetap bisa saja diretas kan? Tidak juga sih. Setiap block baru terlepas dari rekaman transaksi baru yang ada juga menyimpan rekaman-rekaman transaksi lama di jaringan. Agar sistem tersebut dapat membaca sebuah block maka sistem ini harus cocok dengan semua block yang pernah dibuat di jaringan.

Faktanya, tidak hanya block lama dan block saat ini yang harus cocok namun juga dengan block baru yang akan dibuat dalam 10 menit kemudian dan block baru lainnya di masa yang akan datang.

Instrumen - Bagaimana Bitcoin Bekerja 2

Hal yang lebih penting dari itu adalah setiap block dan setiap transaksi harus memiliki cryptography (kode) yang canggih. Nah, jika block baru yang ditambahkan tidak cocok dengan block yang sudah pernah dibuat dan block yang akan dibuat di masa yang akan datang maka cryptography yang ada di setiap block akan berubah – yang menjadikan hal ini lebih mudah untuk mengenali adanya kecurangan pada sistem.

Kondisi tersebut yang menjadikan sistem pada Bitcoin hampir tidak mungkin untuk bisa diretas bukan karena tidak ada yang mengerti bagaimana cara meretasnya namun lebih kepada kekuatan komputer yang dibutuhkan untuk meretas sistem ini harus lebih besar dari keseluruhan jaringan yang ada – yang berarti pengguna jaringan ini harus berjuta-juta orang! Semakin besar jaringan sistem maka semakin aman sistem tersebut.

Jadi, bila kamu ingin mengirim uang maka kamu tidak perlu pergi ke bank atau ke pihak ke-3, kamu hanya perlu melakukannya dengan fingertips secara gratis! Bila kamu butuh mengirimkan uang ke luar negeri, kamu tidak perlu menunggu berhari-hari agar bank bisa melakukan transfer uang.

Baca Juga: Baru Mulai Investasi? Ini Tips Bagi Pemula

Waktu yang dibutuhkan untuk transfer uang dengan Bitcoin hanya 10 menit sembari menunggu block baru selesai diciptakan! Pertanyaannya adalah apakah kamu harus berinvestasi pada Bitcoin? Jawabannya bisa iya bisa tidak hehe.

Bisa iya, karena uang digital tampaknya menjadi alat tukar masa depan. Masalahnya, Bitcoin bukan satu-satunya cryptocurrency. Masih ada cryptocurrency lainnya seperti Ethereum, Litecoin, dan lain sebagainya. Namun, Bitcoin merupakan cryptocurrency yang bertumbuh dengan sangat cepat dibandingkan yang lainnya.

Pertumbuhan pesat itu juga menjadi masalah, di Januari 2017 nilai Bitcoin sudah tumbuh dari $850 menjadi $19.000 hingga Desember 2017. Kita harus akui, segala sesuatu yang berkembang begitu pesat pada akhirnya pasti akan hancur dalam waktu singkat!

Bila kamu ingin berinvestasi pada Bitcoin kamu harus melakukan riset yang lebih mendalam akan mata uang digital ini.


Nah bagaimana pendapatmu, apakah Bitcoin mungkin menjadi mata uang digital dunia yang resmi di masa yang akan datang? Atau hanya sekedar fenomena belaka yang akan menghilang dalam waktu dekat?

Silahkan tuliskan komentarmu pada kolom komentar di bawah ini. Jangan lupa bagikan artikel, like, dan ikuti akun sosial mediaku bila kamu merasa artikel ini bermanfaat ya!

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.