Jangan Investasi di Sini Bila Tidak Ingin Bangkrut – Bagaimana mengelola uang dengan sebaik-baiknya pasti menjadi pertanyaan setiap orang. Salah satu tempat yang paling aman untuk menyimpan uangmu adalah di bank karena bank bisa mengurus uangmu dengan baik.

Di awal tampaknya tindakan yang bijak bila kamu menginvestasikan uangmu di bank karena uangmu sepertinya akan terus bertambah dan juga kamu bisa mengambil uangmu kapan saja kamu mau yang menjadikan bank menjadi tempat yang menarik untuk menyimpan uangmu.

Instrumen - Jangan Investasi di Sini Bila Tidak Ingin Bangkrut - 1

Faktanya, menginvestasikan uangmu di bank akan menjadi pilihan yang paling buruk yang pernah ada. Pada artikel ini, aku akan menjelaskan secara sederhana mengapa itu bisa terjadi.

Sebelum langsung ke jawaban inti, mari kita pahami terlebih dahulu bagaimana cara bank bekerja.

Baca Juga: 3 Aturan Penting Tentang Uang yang Harus Kamu Tahu

Bank memiliki peran vital sebagai tulang punggung perekonomian sebuah negara. Agar ekonomi suatu daerah atau negara berjalan maka uang yang kamu miliki harus dipakai untuk kebutuhan konsumi baik sandang, pangan, dan papan.

Uniknya, semakin cepat kamu menghabiskan uangmu maka semakin cepat juga kamu bisa membantu percepatan perkembangan ekonomi.

Bank adalah satu-satunya lembaga yang akan memberikan pinjaman uang kepadamu untuk membeli apapun yang kamu butuhkan demi membantu pertumbuhan ekonomi.

Tampaknya tugas bank begitu sederhana yakni dengan meminjamkan uang kepada masyarakat agar mereka dapat membeli rumah, mobil, dan lainnya dengan membebankan bunga kepada sang peminjam.

Instrumen - Jangan Investasi di Sini Bila Tidak Ingin Bangkrut - 2

Jadi, bagi mereka yang ingin membeli barang kebutuhan seperti rumah dan mobil, tidak perlu lagi menabung bertahun-tahun karena bank menyediakan jasa itu dan sang peminjam dapat membayar pinjaman itu nanti dengan tenor sesuai dengan kesepakatan yang dibuat.

Selain itu, bank juga melindungi uang nasabah yang ada di dalam. Uang yang tersimpan dapat ditarik kapanpun, begitu juga adanya tambahan pemasukan bagi si penyimpan uang dari bunga yang diberikan bank. Tampaknya menarik bukan? Tidak juga!

Bank bukanlah sebuah organisasi yang akan membantumu, sebenarnya mereka ingin memaksimalkan keuntungan bisnis mereka dengan “seakan” membantumu.

Namun dari kacamata lain, aktivitas ini dapat dipandang sebagai kegiatan yang saling menguntungkan bila memang dipergunakan untuk keperluan bisnis.

Baca Juga: 5 Aturan Penting Soal Permainan Uang yang Harus Kamu Tahu

Bank umumnya meminjam uang dari si peminjam uang yakni nasabah dengan memberikan bunga sebagai tambahan uang yang disimpan dan kemudian meminjamkan uang itu kembali kepada nasabah lain yang membutuhkan uang dengan memberikan bunga yang lebih tinggi.

Sebagai contoh, jika bank memberikan bunga 5% kepada nasabah yang menyimpan uangnya di bank maka bank akan membebankan bunga 10% kepada nasabah yang meminjam uang. Cukup sederhana? Sebenarnya tidak sesederhana itu sih!

Instrumen - Jangan Investasi di Sini Bila Tidak Ingin Bangkrut - 3

Jika bank meminjamkan uangmu kepada orang lain maka bagaimana bank bisa mengklaim kalau uangmu selalu tersedia di rekening ketika kamu ingin menariknya?

Pastinya, semua nasabah tidak mungkin membutuhkan seluruh uang mereka di saat yang bersamaan. Sangat kecil kemungkinan hal tersebut terjadi. Oleh karena itu, bank akan menahan 10% dari total simpanan nasabah dan meminjamkan 90% lainnya ke nasabah yang membutuhkan.

Misalnya, kamu menyimpan Rp 1.000.000 maka di luar itu bank akan menghasilkan Rp 900.000 kemudian meminjamkannya ke orang lain sehingga total keseluruhan dana yang beredar sebesar Rp 1.900.000.

Kamu pasti bertanya, lalu apa hubungannya denganku? Aku tidak perduli soal itu dan tak ada kaitannya sama sekali denganku! Masalahnya kamu perlu tahu soal ini.

Baca Juga: 7 Pelajaran Penting dari The Richest Man in Babylon

Setiap tambahan uang yang dihasilkan oleh perputaran ekonomi mengurangi nilai uang yang ada seperti uang yang ada di kantongmu. Bank menghasilkan miliaran bahkan triliunan setiap harinya dan membuat uangmu semakin tidak bernilai semakin harinya.

Memang, uangmu secara fisik tidak akan berkurang namun nilainyalah yang akan semakin berkurang. Itulah buruknya inflasi, karena harga semakin hari semakin meningkat. Misalnya dulu kamu membeli secangkir kopi seharga Rp 25.000 dan tak lama kemudian harga akan naik menjadi Rp 30.000 per cangkir.

Sebenarnya kenaikan harga bukan disebabkan oleh rasa kopi yang semakin membaik melainkan nilai uangmu yang semakin tidak bernilai akibat banyaknya jumlah uang yang dipakai untuk memperlancar perekonomian.

Jadi, jika kamu menabung uangmu itu berarti sama dengan menghilangkan uangmu bahkan bila kamu berinvestasipun kamu mungkin saja bisa kehilangan uang. Mengagetkan?

Jika harga meningkat sebesar 5% misalnya dan investasimu hanya memberikan kenaikan sebesar 3% maka tentu saja kamu kehilangan uang. Jadi, tugasmu adalah meningkatkan nilai uangmu dengan lebih cepat dibandingkan dengan kenaikan harga. Bener gak?

Jadi bila kenaikan inflasi hanya sebesar 2% dan investasimu menghasilkan angka di atas 2% maka itu menunjukkan hal yang baik.

Lalu, berapa banyak yang bisa didapat bila menginvestasikan uang di bank? Karena pada dasarnya bank lah yang memicu munculnya inflasi. Bisa gak kita mengharapkan bunga dari bank sekitar 2% atau lebih? Jawabannya tidak!

Instrumen - Jangan Investasi di Sini Bila Tidak Ingin Bangkrut - 4

Uangmu mungkin hanya bertambah sekitar 0,03% per bulan atau dengan kata lain sekitar 6% per tahun. Itu berarti katakanlah kamu menyimpan uangmu di bank sebesar Rp 1.000.000 di awal tahun maka kamu akan mendapat Rp 1.000.000 di akhir tahun.

Tampaknya ini bukan cara yang cerdas untuk menginvestasikan uang bukan? Dengan kata lain, menginvesatasikan uangmu di bank merupakan kegagalan besar.

Baca Juga: Ini Alasan Mengapa Kamu Akan Gagal

Oleh karena itu, kamu perlu mencari cara alternatif untuk membuat uangmu terus bertambah dengan memilih instrumen investasi lainnya.

Kata kunci yang perlu kamu ingat adalah investasi apapun yang persentase pengembalian tidak lebih besar dari nilai inflasi akan membuatmu kehilangan uang. Jadi setidaknya, carilah investasi yang memberikan pengembalian setidaknya di atas inflasi.


Aku harap penjelasan ini cukup membantu dan mencerahkan. Silahkan berikan komentarmu pada kolom komentar di bawah ini ya!

2 KOMENTAR

  1. wah bahaya nih kalau orang bank baca ya hehe, bisa2 bank harus cari alternatif lain agar mampu memutar dana yang dimilikinya

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.